Terbukti Tindak Pidana Pemilu, Bupati Merauke Divonis 4 Bulan Penjara
METROMERAUKE.COM | 24/06/2019 09:20
Terbukti Tindak Pidana Pemilu, Bupati Merauke Divonis 4 Bulan Penjara

Metro Merauke – Bupati Merauke, Papua, Frederikus Gebze yang menjadi terdakwa tindakpidana Pemilu divonis empat bulan penjara dengan masa percobaan delapan bulan, denda Rp 10 juta, subsider 15 hari

Putusan itu dibacakan majelis hakim dalam lanjutan sidang tindak pidana Pemilu di Pengadilan Negeri Merauke, Rabu (19/06).  Vonis majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yang menuntut terdakwa lima bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan.

BACA: Sidang Pidana Pemilu, Bupati Merauke Dituntut Lima Bulan Penjara

Dalam putusan Majelis Hakim yang diketuai Orpa Marthina, SH dengan hakim anggota Natalia Maharani SH, M.Hum dan Rizky Yanuar SH, MH terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana yang merugikan salah satu peserta Pemilu dalam masa kampanye.

Majelis hakim, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa karena perbuatannya bertentangan dengan netralitas sebagai pejabat negara. Perbuatan terdakwa menurut majelis hakim, tidak menunjukkan sikap arif dan bijaksana sebagai pemimpin kabupaten.

Sedangkan perbuatan yang meringkan kata majelis hakim, karena terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesalinya. “Terdakwa belum pernah dihukum, masih aktif sebagai bupati, telah berjasa dalam memimpin Merauke dan telah meminta maaf kepada Steven Abraham,” kata ketua Majelis Hakim, Orpa Marthina, SH

BACA: Besok PN Gelar Sidang Putusan Pidana Pemilu, 350 Personel Gabungan Disiagakan

Meski telah dijatuhi hukuman empat bulan penjara, namun majelis hakim tidak mewajibkan terdakwa menjalani masa hukumannya.

“Kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terpidana melakukan suatu tindakan pidana sebelum masa percobaan selama delapan bulan berakhir,” ujar Orpa Marthina, SH.

Terhadap putusan majelis hakim itu, jaksa penuntut umum maupun tim penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding. (Redaksi/Arjuna)

METROMERAUKE.COM


BERITA TERKAIT