Kronologi Penembakan Warga Berujung Pembakaran Polsek di Deiyai Papua
METROMERAUKE.COM | 24/05/2019 09:00
Kronologi Penembakan Warga Berujung Pembakaran Polsek di Deiyai Papua
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal saat memberita ketetangan pers kepada wartawan

Metro Merauke – Pascapembakaran Polsek Tigi, Kabupaten Deiyai oleh sekelompok warga, Polda Papua mengirim beberapa perwiranya ke kabupaten itu untuk melakukan klarifikasi dan membantu Polres Paniai mengusut kejadian itu.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M. Kamal mengatakan, Dir Samapta dan Kabid Propam Polda Papua telah berangkat ke Deiyai, Rabu (22/05), dan Dir Reskrimum Polda Papua bersama beberapa tim berangkat, Kamis (23/05).

BACA: Harga Tiket Pesawat Turun, Maskapai Diminta Variatif Berlakukan Tarif

“Ini untuk mamback up Polres Paniai mengungkap kasus itu,” kata Kombes Pol A.M. Kamal, Kamis (23/05).

Pembakaran Polsek Tigi terjadi, Selasa (21/05) pukul 18.30 WIT. Menurut Polda Papua, kejadian berawal ketika seorang pemuda berinisial MD (20) menghentikan sebuah mobil yang melintas di Wagete dan memalak sopir, Selasa (21/05) sekitar pukul 17.00 WIT.

Sopir kemudian melapor ke Polsek Tigi dan anggota Polsek menuju lokasi pemalakan. MD sempat dibawa pulang oleh keluarganya. Namun, yang bersangkutan kembali ke lokasi dengan membawa panah.

Tiga anggota Polsek Tigi yang menuju ke lokasi dihadang dan mobil yang mereka kendarai dirusak pelaku. Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan, namun pelaku tidak peduli. MD kemudian ditembak di bagian kaki.

Setelah anggota polisi yang berada di lokasi kejadian kembali ke Polsek, sekitar pukul 18.30 WIT, kurang lebih 50 orang warga mendatangi Polsek dan melakukan pengruskan (pembakaran).

Tiga mobil dinas Polsek dan satu mobil yang diparkir di depan Polsek juga tak luput dari aksi itu.

“Mapolsek habis (terbakar). Selain itu ada tiga wanita mengalami pelecehan. Salah satunya anak berusia 10 tahun. Namun saya belum bisa pastikan pelecehannya seperti apa,” ujar Kombes Pol A.M. Kamal.

Pelaku MD yang tertembak di kaki kini dirawat di rumah sakit Nabire karena keterbatasan fasilitas di Deiyai dan Paniai.

BACA: Polda Papua: Korban yang Diduga Tertembak di Deiyai Sudah Dimakamkan

Kombes Pol A.M. Kamal juga memastikan tak ada warga tewas tertembak dalam kejadian itu, seperti informasi yang beredar.

“Satu SST Brimob dari Nabire telah diberangkatkan ke Deiyai sejak, Rabu (22/05). Jumlah personil yang disiagakan di Deiyai satu kompi. Personil melakukan pengamanan di lokasi Polsek dan sekitarnya,” ucapnya.  (Arjuna)

METROMERAUKE.COM


BERITA TERKAIT