50 Pelaku Industri Batik Raih Sertifikasi Batikmark
KRJOGJA.COM | 04/10/2022 18:57
50 Pelaku Industri Batik Raih Sertifikasi Batikmark
Ilustrasi Batik. TEMPO/Aris Andrianto

Krjogja.com - YOGYA - Kementerian Perindustrian Fasilitasi Sertifikasi Batikmark 'Batik Indonesia' Kepada 50 Industri Batik dari Sumatra hingga Papua. Ini dilakukan karena industri batik merupakan salah satu sektor yang selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, termasuk yang banyak membuka lapangan kerja.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI)-Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi dalam acara puncak peringatan Hari Batik Nasional (HBN) Tahun 2022 yang berlangsung secara hybrid (secara online dan offline) di Kantor Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB), Yogyakarta, pada Selasa (4/10/2022) menjelaskan Hari Batik Nasional merupakan bagian tak terpisahkan atas pengukuhan UNESCO bahwa batik Indonesia menjadi warisan Budaya Tak Benda peninggalan budaya dunia, yang ditetapkan tanggal 2 Oktober 2009 lalu. 

"Pengukuhan UNESCO tersebut menjadi suatu kebanggaan dan sekaligus tantangan bagi Bangsa Indonesia, karena seluruh pemangku kepentingan batik di Indonesia dituntut untuk terus melestarikan, dan melindungi batik sebagai warisan budaya yang berkelanjutan," jelasnya.

Lebih lanjut, Kepala BSKJI menyampaikan bahwa tema HBN tahun ini adalah “Batik Merangkai Indonesia”. Batik sebagai budaya asli milik Indonesia kini telah tumbuh di daerah-daerah yang bahkan tidak memiliki tradisi membatik. Batik dari sudut pandang industri telah mendorong banyak daerah untuk bisa memiliki ciri khas dan motif yang mewakili unsur kearifan lokal.

Di sisi lain, kata Doddy tema ini juga sejalan dengan presidensi G20 ‘Recover Together, Recover Stronger’ yang tercermin dari besarnya tenaga kerja yang bergantung pada industri ini.

"Keberadaan industri batik nusantara inilah yang diharapkan mampu menjadi sarana pemersatu Indonesia untuk pulih dan bangkit dari dampak pandemi yang saat ini tengah berlangsung."

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kementerian Perindustrian, Hendra Yetty menyampaikan bahwa rangkaian HBN tahun ini menyuguhkan beberapa agenda kegiatan.

Diantaranya fasilitasi sertifikasi Batikmark 'Batik Indonesia' kepada 50 (lima puluh) industri batik di Indonesia yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan hingga Papua; Workshop Batik bersama pelajar dan mahasiswa perwakilan dari berbagai pelosok nusantara; Online talkshow bertajuk NgoPPI (Ngobrol Pagi Penuh Inspirasi) yang diselenggarakan secara daring setiap hari kamis selama bulan Agustus-November 2022 dengan topik terkait ragam dan keunikan batik eksotis nusantara; Pasar Batik; Pameran Batik, klinik konsultasi layanan jasa terkait batik; dan Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik (SNIKB) 2022.

Fasilitasi Batik Mark diberikan kepada 50 (lima puluh) IKM terpilih yang mewakili industri batik di nusantara, dari Sumatra hingga Papua. Penyerahan sertifikat secara simbolis oleh Menteri Perindustrian diberikan kepada (1) Batik Erna dari Mojokerto; (2) Batik Kuntul Perak dari Bontang ; (3) Batik Zhorif dari Jambi ; (4) Zulpah Batik dari Bangkalan ; dan (5) Batik Beras Basah dari Bontang Kalimantan Timur.

Menurutnya, fasilitasi Sertifikasi Batikmark ini merupakan bentuk dukungan Kementerian Perindustrian dalam upaya penjaminan mutu, kualitas dan keaslian produk batik Indonesia agar semakin berdaya saing, baik di pasar lokal maupun global. Adanya labelisasi batikmark ini juga sekaligus dapat dijadikan identitas bahwa produk batik tersebut asli buatan Indonesia. Dengan demikian, batik Indonesia mudah dikenal dan terpercaya di kancah dunia.

 

**


BERITA TERKAIT