Festival Makanan Warisan Budaya Tak Benda Angkat Potensi Makanan Tradisional Yogya
KRJOGJA.COM | 19/07/2022 12:15
Festival Makanan Warisan Budaya Tak Benda Angkat Potensi Makanan Tradisional Yogya
Warga membeli takjil untuk berbuka puasa di Pasar Benhil, Jakarta, 25 Juni 2015. Saat Ramadan, Pasar Benhil bak pasar kaget takjil, yang menjual aneka kue dan minuman dengan harga yang relatif murah. TEMPO/Subekti

YOGYA, KRJOGJA.com – Mengangkat potensi keberadaan makanan tradional khas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menggeber Festival Makanan Warisan Budaya Tak Benda mulai Juli sampai dengan Agustus 2022. Menggunakan Anggaran Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2022 dengan tema Pelestarian Makanan Tradisional Sebagai Asset Budaya Tak Benda DIY.


“Selain untuk dilestarikan juga dapat mendukung perekonomian masyarakat di DIY. Merupakan pelayanan pada pihak-pihak yang membutuhkan informasi mengenai makanan tradisional khas sebagai warisan budaya tak benda dari DIY, meliputi makna filosofi, adat istiadat, budaya serta kearifan lokal lainnya,” jelas Plt Kepala Dinas Perindag DIY Yuna Pancawati kepada KRJOGJA.com, Minggu (17/7/2022).

Didampingi Kepala Bidang Industri Agro, Eni Rosilawati disebutkan kegiatan ini juga untuk meningkatkan branding serta mengangkat dan mempromosikan produk, memperluas jejaring bisnis melalui kemitraan usaha antara IKM pengolahan pangan tradisional khas DIY dengan mitra usaha.

“Juga menggali potensi masyarakat melalui berbagai inovasi terhadap pengembangan makanan tradisional khas DIY. Sebagai bahan perencanaan maupun evaluasi program pembinaan dan pengembangan makanan khas tradisional sebagai warisan budaya tak benda DIYdimasa mendatang,” jelasnya.

Disebutkan rangkaian Agenda kegiatan dimulai dengan Kajian Filosofi Makanan Warisan Budaya Tak Benda, dilaksanakan melalui Penyedia Jasa dengan mekanisme Penunjukan Langsung selama 60 hari kalender, Juni s/d Juli 2022.

“Hasil output yang diharapkan berupa buku kajian makanan tradisional dari aspek filosofi, budaya, adat istiadat dan kearifan lokal lainnya beserta gambar gambar yang menarik makanan tradisional yang menjadi obyek kajian yang bisa dijadikan referensi akurat,” jelasnya.

Kemudian Pameran Makanan Tradisional, 12 s/d 14 Agustus 2022 di Atrium Ambarukmo Plaza Jala Laksda Adi Sutjipto 80 Sleman Yogyakarta yang akan diikuti 200 IKM Pangan Tradisional dalam 30 stand.

“Pameran selain produk pangan tradisional juga ditampilkan Gunungan Pangan Khas Jogja yang pada akhir pameran Gunungan akan dibagi bagikan kepada para pengunjung. Dimeriahkan hiburan kesenian daerah,” jelasnya.

Selanjutnya ada Kegiatan Temu Kemitraan yang akan diikuti 200 IKM Olahan Pangan.Tradisional dan Calon Mitra Usaha sebanyak 20 peserta yang terdiri dari wakil pengusaha retail seperti Toko Swalayan, Toko Kue/Makanan,Toko Pusat Oleh Oleh dan Jajanan dan lain lain, 14 Agustus 2022 di Atrium Ambarukmo Plaza.


“Kriteria calon peserta dari IKM Makanan/ Minuman kaitannya dengan produknya, sebagai berikut : harus mempunyai legalitas usaha, kualitas sesuai standar, hygenis serta mempunyai sertifikat, memenuhi persyaratan lainnya.Target terjalinnya kontrak bisnis antara IKM dengan Mitra Usaha,” jelasnya.

Kemudian ada Program Talk Show menghadirkan narasumber dari unsur panitia pelaksana, 4 Agustus jam 15.00 WIB di Jogja TV. “Target yang diharapkan adalah agar masyarakat yang peduli pada kelangsungan atau kelestarian makanan tradisional sebagai warisan budaya tak benda dapat ikut berpartisipasi pada acara tersebut,” ujarnya

Serta disemarakkan Lomba Inovasi Pangan Tradisional Khas Jogja di Pendopo Ambarukmo, 14 Agustus 2022. Peserta lomba boleh dari IKM Pangan atau masyarakat umum. “Tujuan lomba menggali potensi dari IKM Pangan dan masyarakat didalam mencari terobosan melalui berbagai inovasi di bidang makanan tradisional. Sasaran.adalah para pelaku IKM Olahan Pangan Tradisional dan Masyarakat Umum di wilayah DIYyang memiliki motivasi untuk mengembangkan dan memasarkan produk pangan tradisional,” ujarnya

Penjaringan calon peserta lomba, 1 s/d 20 Juli 2022 dan hanya dibatasi 20 peserta yang diseleksi oleh Panitia Pelaksana dari 50 calon peserta yang mendaftarkan diri. Jenis makanan yang dilombakan adalah kreasi pangan tradisional berbahan dasar tiwul yang diolah menjadi kudapan/ jajanan, hidangan pembuka dan hidangan utama.

Pendaftaran dibuka di Dinas perindustrian dan Perdagangan DIY Cq Bidang Industri Agro Jalan Kusumanegara no. 9 Yogyakarta CP Sdr Erry Kurniawati Widodo Hp. 0878 3645 2898 pada hari Senin Kamis saat jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB dan hari jumat pukul 08.00 -14.30 WIB.

 

**