Ratusan Nelayan di Gunungkidul Gagal Melaut Akibat Gelombang Tinggi
KRJOGJA.COM | 28/05/2022 09:59
Ratusan Nelayan di Gunungkidul Gagal Melaut Akibat Gelombang Tinggi
Ilustrasi nelayan. ANTARA/Anis Efizudin

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Ratusan nelayan gagal melaut akibat gelombang tinggi yang terjadi di Pantai selatan Yogyakarta sejak Selasa (24/5/2022). Bahkan, puluhan kapal yang terparkir di bibir pantai nyaris tenggelam dan mengalami kerusakan.


Menurut pantauan BMKG DIY, gelombang pasang setinggi lebih dari 5 meter menghantam wilayah pantai selatan Yogyakarta salah satunya di Pantai Baron Gunungkidul Yogyakarta. Setidaknya ada ratusan nelayan yang tak melakukan aktivitas melaut.

TIM SAR Satlinmas Korwil II Baron terus mengamati peningkatan tinggi gelombang dengan berjaga di sepanjang pantai. Selain itu, pemantauan juga dilakukan di sejumlah pantai yang berada di selatan Gunungkidul.

“Kami tetap mengawasi para nelayan agar tidak melakukan aktivitas melaut terlebih dahulu semantara waktu hingga kondisi air laut normal kembali,” kata Mardjono, Koordinator SAR Sarlinma Korwil II Baron.

Mardjono mengatakan bahwa, sebelumnya setelah ada peringatan dari BMKG bahwa akan terjadinya gelombang tinggi, SAR Satlinmas Korwil II Baron langsung menginstruksikan kepada para nelayan untuk menghentikan aktivitas.

“Kami langsung sampaikan kepada nelayan di Pantai Baron, Pantai Drini, dan Pantai Ngandong agar tidak melakukan aktivitas melaut. Bahkan, kami juga mengimbau agar kapal diparkir agak jauh dari lokasi pantai,” tuturnya.

Selain itu, pengawasan dan pemantauan juga dilakukan untuk para wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Gunungkidul dengan lebih mengaktifkan pos jaga SAR di tiap titik pantai. Bahkan, peringatan juga sudah dilakukan kepada wisatawan sejak memasuki pos TPR.


“Kami diberi tahu Tim SAR Baron jika gelombang laut tinggi, kami tak melakukan penangkapan ikan bahkan mengevakusi kapal kami ke tempat yang lebih tinggi,” jelas Kamto, salah seorang nelayan, mengatakan saat ditemui di Pantai Baron.

Menurut Kamto, gelombang laut tersebut terjadi sejak Selasa lalu. Hal ini membuat dirinya dan ratusan nelayan lain tak bisa melaut. Para nelayan hanya menunggui kapal kapal mereka agar tidak terbawa arus laut atau rusak akibat gelombang.

Kamto menuturkan, ada beberapa kapal yang terempas saat diparkir di bibir pantai. Hal tersebut terjadi karena arus air dari tengah laut menuju darat terlalu kuat sehingga tali tambat kapal putus. Putusnya tali tersebut membuat sejumlah kapal nyaris terseret air.

“Kapal kapal kami kan ada yang masih mengapung di aliran sungai yang tertambat, tapi karena derasnya arus membuat tali putus dan menyeret kapal. Bahkan, ada kapal yang sempat terisi air hingga hampir tenggelam.

Gelombang tinggi masih terjadi hingga waktu yang belum diketahui. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian jika akan berkunjung ke pantai selatan Gunungkidul dalam waktu dekat ini karena gelombang tinggi masih akan terjadi.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT