Pantau Situasi Gunung Merapi, Tiga Desa di Kemalang Kembali Intensifkan Ronda Malam
KRJOGJA.COM | 16/02/2022 17:31
Pantau Situasi Gunung Merapi, Tiga Desa di Kemalang Kembali Intensifkan Ronda Malam
Kepulan asap putih atau sulfatara terlihat dari puncak Gunung Merapi di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 2 Juni 2018. ANTARA

KLATEN, KRJOGJA.com – Warga tiga desa, yakni Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, mengaktifkan ronda malam. Hal itu dilakukan untuk memantau aktivitas Gunung Merapi yang masih fluktuatif, serta sebagai langkah antisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto, Rabu (16/2/2022) mengemukakan, warga Kemalang sudah rutin melaksanakan ronda malam, sejak Gunung Merapi dalam status waspada.

“Saat ini warga desa di Kemalang rutin melaksanakan ronda malam. Tiga desa itu meliputi Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo. Kami di BPBD sering ikut bergabung pemantauan secara insidentil,” kata Sri Winoto.

Lebih lanjut Sri Winoto menjelaskan, ronda malam dilakukan warga dalam upaya pemantauan informasi aktifitas Merapi, dan juga pendataan dan pemetaan warga rentan. Dengan demikain, sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat, bisa segera diketahui masyarakat.

“Relawan Merapi sudah terlatih terkait pemetaan. Data warga lansia, ibu hamil, anak-anak sudah tercatat dengan baik. Data itu menjadikan bagian prioritas evakuasi jika Merapi dalam keadaan bahaya. Tim BPBD sering datang berkomunikasi sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah. Biasa teman-teman BPBD pulang malam pantau wilayah Merapi,” jelas Sri Winoto.

Kepala Dusun (Kadus) Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu menjelaskan, Desa Balerante makin menggiatkan ronda malam, apalagi saat aktivitas Merapi meningkat dan mengeluarkan awan panas,serta terjadi hujan abu tipis pada Minggu, 6 Pebruari lalu.

“Lokasi ronda malam di Balerante terbagi di empat titik. Meliputi Dukuh Sambungrejo, Ngipiksari, Sukorejo dan Dukuh Gondang. Selain ronda malam, warga juga melakukan pemantauan secara visual di menara pandang. Alarm melalui sirine menara pandang cukup membantu kewaspadaan warga,” jelas Jainu.

Menurut Jainu, warganya cukup kreatif, ronda malam sambil berjualan kopi. Tentunya hal itu tidak mengurangi aktifitas utama seperti pemantauan dan pemetaan.

“Di Balerante aset warga dicatat. Jumlah ternak, lansia, bumil dan balita menjadi data penting saat harus ada evakuasi. Sambil ronda malam, warga juga jualan kopi Balerante. Apalagi kopi sekarang sedang booming. Lumayan untuk pengembangan Bumdes dan pendapatan warga,” jelas Jainu.

krjogja.com


BERITA TERKAIT