Didukung Dewan, Gerobak Sapi Berjuang Akses Dana Pemerintah
KRJOGJA.COM | 30/11/2021 15:00
Didukung Dewan, Gerobak Sapi Berjuang Akses Dana Pemerintah

PANDAK, KRJOGJA.com- DPRD Kabupaten Bantul terus mendorong agar warisan budaya gerobak sapi bisa mengakses dana keistimewaan. Sejauh ini Dinas Kebudayaan Bantul masih mengkaji warisan budaya gerobak sapi sebelum mengambil kebijakan. Saat ini, terdapat Paguyuban Gerobak Sapi Kabupaten Bantul yang tergabung dalam wadah Guyup Rukun berdiri sejak tujuh tahun lalu.

“Kami dari Komisi D DPRD Bantul tentu mengupayakan agar warisan budaya gerobak sapi Kabupaten Bantul bisa tercover program pemerintah,” ujar anggota Komisi D DPRD Bantul, Eko Sutrisno Aji SE, Selasa (30/11/2021).

Eko mengungkapkan, sekarang ini memang banyak kegiatan-kegiatan kebudayaan ditengah masyarakat. Tentunya dengan adanya kegiatan gerobak sapi tersebut nantinya bisa masuk dalam kegiatan kebudayaan. Kedepannya diharapkan paguyuban gerobak sapi tersebut bisa dianggarkan lewat kegiatan Dinas Kebudayaan Bantul.

Paguyuban ini sifatnya rutin setiap minggu Pon berkumpul di Lapangan Jodog. Menurut politisi PPP tersebut, keberadaan gerobak sapi bisa jadi potensi wisata baru di Kabupaten Bantul. Selain itu, ketika berbicara tentang history gerobak sapi tidak bisa dipisahkan dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Gerobak sapi ini sebenarnya punya daya untuk mengangkat potensi wisata lokal lainnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, Eko mendorong agar paguyuban gerobak sapi segera koordinasi dengan Dinas Kebudayaan untuk memperoleh Nomor Induk Kebudayaan (NIK). “Salah satu parameter sebuah kebudayaan bisa mengakses program pemerintah ialah mengantongi NIK, ” jelasnya.

Walaupun hal tersebut sifatnya tidak terus-menerus setiap bulan. Eko tidak menampik, jika fungsi gerobak sapi sudah beralih dibanding sebelumnya. “Kalau dahulu memang gerobak sapi sebuah sarana transportasi utama. Kondisi sekarang ini telah bergeser menjadi warisan budaya.


BERITA TERKAIT