Daya Beli Petani di Yogya Turun Imbas Konsumsi Berkurang
KRJOGJA.COM | 05/10/2021 12:36
Daya Beli Petani di Yogya Turun Imbas Konsumsi Berkurang
Ilustrasi petani menanam bibit padi. ANTARA/Maulana Surya

YOGYA, KRJOGJA.com-Kemampuan daya beli petani di pedesaan atau Nilai Tukar Petani (NTP) DIY sebesar 96,44 pada September 2021 atau mengalami penurunan indeks 0,19 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 96,63. Penurunan ini disebabkan turunnya indeks harga yang diterima petani sebesar 0,47 persen, dan indeks harga yang dibayar petani turun 0,28 persen.

”Penurunan NTP terjadi pada tiga subsektor yaitu tanaman pangan 0,39 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,19 persen dan peternakan 1,08 persen. Sedangkan dua subsektor mengalami kenaikan yakni hortikultura naik 2,94 persen dan perikanan 0,39 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto di Yogyakarta, Selasa (5/10/2021).

Sugeng mengatakan NTP subsektor tanaman pangan tercatat sebesar 93,87, sub sektor hortikultura 110,11, subsektor tanaman perkebunan rakyat 115,83, subsektor peternakan 92,30 dan subsektor perikanan 94,20. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) DIY mengalami penurunan indeks sebesar 0,75 persen selama September 2021 dibandingkan bulan sebelumnya dari 95,71 menjadi 94,99.

”Tiga subsektor mengalami penurunan yaitu tanaman pangan 1,03 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,73 persen dan peternakan 1,47 persen. Sedangkan subsektor hortikultura naik 2,40 persen dan perikanan 0,05 persen,” tambahnya.

Selanjutnya, BPS DIY melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pedesaan di DIY pada September 2021 secara umum mencapai 106,97 mengalami deflasi sebesar 0,54 persen dibanding IHK pada bulan sebelumnya yang tercatat 107,55. Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah pedesaan.

”Penurunan IHK dipengaruhi oleh turunnya indeks pada dua kelompok yaitu: Makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,14 persen serta Rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen,” tandasnya.

Dari 34 provinsi pada September 2021 terdapat 26 provinsi mengalami kenaikan, 7 provinsi mengalami penurunan, dan 1 provinsi tidak mengalami perubahan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Riau sebesar 3,35 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Maluku Utara sebesar 0,56 persen. Satu provinsi tidak mengalami perubahan adalah Sulawesi Utara.

krjogja.com


BERITA TERKAIT