Polisi Amankan Pengunggah Ajakan Demo “Tolak Perpanjangan PPKM Darurat”
KRJOGJA.COM | 19/07/2021 18:48
Polisi Amankan Pengunggah Ajakan Demo “Tolak Perpanjangan PPKM Darurat”
PPKM Magetan. Foto/Instagram

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Setelah melakukan penyelidikan dan penulusuran petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta, Jawa Tengah, berhasil mengamankan pelaku pengunggah ajakan demo demo untuk memrotes kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Alun Alun Purwokerto.

Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/7/2021) menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari beredarnya flyer berisi ajakan demo yang diunggah melalui grup Facebook dengan nama Seputar Cilongok.

Dalam flyer ataul selebaran tersebut bertuliskan “Aliansi Masyarakat Banyumas Bersama KBPPB (Keluarga Besar Pedagang Pasar Banyumas) Bergerak Menuntut Keadilan Perihal PPKM!!! Senin, 19 Juli 2021, Titik Juang Pendopo Bupati Banyumas Jam 13.00 Sampai Dengan Tuntutan Dipenuhi!! Kesejahteraan Rakyat Adalah Tanggung Jawab Negara!!!”.


“Polisi segera melakukan penyelidikan terhadap akun GPZ yang mengunggah selebaran tersebut ke grup Seputar Cilongok,” kata Berry.

Kemudian dari hasil penyelidikan, polisi menemukan pemilik akun GPZ yang diketahui sebagai warga Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, berinisial NP (25), pada hari Minggu (18/7/2021).

Dari pemeriksaan NP mengatakan, jika selebaran tersebut diperoleh dari FS (27), warga Kecamatan Sumbang, Banyumas, melalui WhatsApp. “Kami segera melakukan pemeriksaan terhadap FS dan diketahui bahwa selebaran itu berasal dari CH (46), warga Kecamatan Purwokerto Utara,” ungkapnya.


Polisi terus mengembangkan dari pengakuan FS tersebut ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap CH dan diketahui bahwa yang bersangkutan mendapatkan selebaran itu dari SDR (34), warga Kecamatan Purwokerto Barat.


Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap SDR, selebaran itu diketahui berasal dari BSW (49), warga Kecamatan Kedungbanteng.

Motif mengunggah flyer lantaran dilatari belakangi kekesalan dengan adanya PPKM Darurat Jawa-Bali sehingga yang bersangkutan mengunggah selebaran tersebut ke salah satu grup Facebook.

Kesal karena tidak dapat bekerja seiring dengan penutupan tempat kerjanya serta adanya kabar jika PPKM Darurat Jawa-Bali akan diperpanjang.


“Tujuan NP mengunggah selebaran itu untuk mengajak anggota grup Facebook tersebut untuk menyuarakan sesuai dengan tulisan yang diunggah,” ungkapnya.


Meski polisi sudah berhasil mengamankan pengunggah flyer atau selebaran di media sosial, namun polisi belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembuat flyer atau selebaran ajakan demo.


Polisi juga masih mendalami kasus tersebut dan belum menetapkan tersangka, sedangkan barang bukti yang diamankan di antaranya berupa satu unit telepon pintar dan tiga lembar hasil cetakan tangkapan layar unggahan dari akun GPZ di grup Facebook beserta tangkapan layar komentar dari unggahan pelaku.
Jika mereka terbukti melakukan penyebaran berita tersebut dijerat Pasal 14 Ayat (1) dan (2) Jo. Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara.

 

krjogja.com


BERITA TERKAIT