Tujuh Bulan Padam, Api Abadi Mrapen Kembali Menyala
KRJOGJA.COM | 20/04/2021 22:56
Tujuh Bulan Padam, Api Abadi Mrapen Kembali Menyala
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (ketiga kanan) berbincang dengan warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi dia Dukuh Sumber, Klakah, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat 6 November 2020. Selain memantau aktivitas Gunung Merapi, Ganjar Pranowo juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi untuk tetap tenang serta siap jika ada perintah untuk evakuasi. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Setelah sempat sekitar tujuh bulan padam, Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan, kini kembali menyala. Penyalaan kembali api legendaris yang dipercaya sebagai peninggalan Sunan Kalijaga itu, dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (20/04/2021).

Proses penyalaan Api Abadi Mrapen dilakukan Ganjar bersama Plh Bupati Grobogan HM Sumarsono dan Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko dengan menyulutkan obor di titik sumber Api Abadi.
“Alhamdulillah, Api Abadi Mrapen kembali menyala. Api di tempat ini sejak puluhan tahun sering digunakan untuk menyalaan obor pada acara even nasional dan internasional,” kata Ganjar.

Pada akhir September 2020, Ganjar sempat terkejut mendengar Api Abadi Mrapen padam. Dia pun langsung memerintahkan Kepala Dinas ESDM dan ahli-ahli geologis melakukan penelitian. Ternyata setelah dicek, ditemukan penyebabnya. Istilahnya gas yang menjadi penyuplai Api Abadi ini tersedot karena ada kegiatan pengeboran sumur yang tidak jauh dari lokasi Mrapen.

“Untuk itu saya titip kepada masyarakat, ayo kita rawat, karena ini jadi aset Grobogan. Kepada pemkab Grobogan saya minta mengawasi warga jangan sampai melakukan pengeboran sumur di sekitar Mrapen tanpa izin,” pintanya.

Kepala Dinas ESDM Jateng Ir Sujarwanto Dwiatmoko, melaporkan, pihaknya bersama ahli geologi mencari cebakan gas dan pola aliran gas. Setelah ditemukan, gas tersebut ditampung ke dalam tabung yang kemudian dialirkan menuju titik Api Abadi.

“Sumber gas kita temukan di dua titik, masing-masing berkedalaman 40 meter dan 42 meter. Setelah itu gas tersebut kita alirkan melalui papa bawah tanah ke dalam dua tabung yang kita letakkan tidak jauh dari titik Api Abadi Mrapen. Gas tersebut kemudian kita alirkan menuju titik Api Abadi. Namun pengaliran gas dari tabung tersebut kita kendalikan dengan tombol agar keluarnya bisa kita atur sedemikian rupa,” ujarnya.

krjogja.com


BERITA TERKAIT