Wujudkan Ekosistem Digital, Destinasi Wisata DIY Terapkan Transaksi Cashless
KRJOGJA.COM | 19/04/2021 10:51
Wujudkan Ekosistem Digital, Destinasi Wisata DIY Terapkan Transaksi Cashless
Ilustrasi perangkat Electronic Data Capture (EDC)/ transaksi non tunai /kartu kredit / debit. TEMPO/Tony Hartawan

YOGYA, KRJOGJA.com – Setidaknya hampir 55 persen destinasi wisata di DIY sudah menerapkan transaksi digital atau non tunai dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pembayaran non tunai atau cashless tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan ekosistem digital di sektor industri pariwisata DIY.

“Kami sudah membuat aplikasi Visiting Jogja pada 2020 yang bisa digunakan untuk pembayaran non tunai, salah satunya melalui kanal QRIS bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dan Bank BPD DIY.

Saya kira ini akan lebih memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung di DIY, kami rekomendasikan dan wajibkan melakukan reservasi dan pembayaran dengan Visiting Jogja tersebut,” papar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo di Yogyakarta, Minggu (18/4/2021).

Singgih mengatakan pihaknya telah memberikan sosialisasi agar wisatawan yang ingin berkunjung ke DIY bisa melakukan pemesanan dan pembayaran melalui Visiting Jogja terlebih dahulu. Karena akan lebih mudah, cepat dan aman sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kita juga harus memberikan edukasi kepada pengelola destinasi wisata maupun wisatawan itu sendiri agar mengoptimalkan penggunaan Visiting Jogja. Tidak hanya memberikan kemudahan pemesanan, tetapi fasilitas pembayaran secara cashless sudah ada sejak pertengahan tahun lalu,” jelasnya.

Pihaknya bekerjasama dengan BI dan Bank BPD DIY menambah fasilitas layanan pembayaran non tunai dengan membuka kanal QRIS di aplikasi Visiting Jogja. Langkah tersebut merupakan sebuah adaptasi digital industri pariwisata di DIY. Dengan kehadiran Visiting Jogja tidak hanya sekedar aplikasi pemesanan dan pembayaran non tunai tetapi diharapkan mampu mengubah kebiasaan para wisatawan.

“Yang tadinya wisatawan langsung datang ke destinasi lalu membayar tiket, kita ubah melakukan reservasi dan pembayaran non tunai melalui QRIS yang bisa bekerjasama dengan berbagai perbankan. Karena yang akan kita create adalah kemudahan di back office sehingga dengan adanya pembayaran non tunai akan masuk ke rekening pengelola destinasi,” terang Singgih.

Dispar DIY juga tengah menyusun strategi agar wisatawan melakukan reservasi dan membayar sebelum berkunjung menjadi bagian upayanya dalam melakukan promosi. Jika wisatawan sudah melakukan reservasi dan pembayaran non tunai maka data akan akurat serta tidak perlu mengantri sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

krjogja.com


BERITA TERKAIT