Terkait Lorong Milik Toko di Malioboro, PPMAY Siap Menata Ulang
KRJOGJA.COM | 14/04/2021 10:55
Terkait Lorong Milik Toko di Malioboro, PPMAY Siap Menata Ulang
Pemerintah Kota Yogyakarta mengumumkan kawasan wisata Malioboro tetap beroperasi normal seperti biasa, usai kasus meninggalnya PKL yang terpapar Covid-19. TEMPO/Pribadi Wicaksono

YOGYA, KRJOGJA.com – Lorong atau selasar yang ada di sepanjang Jalan Malioboro dan Jalan A Yani adalah bukan milik pemerintah tetapi milik toko yang bisa dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat yang sah dikeluarkan BPN. Hal ini juga diakui pejabat berwenang dari tingkat Pemkot hingga Provinsi.

“Kami (Pengurus PPMAY) sudah melakukan audiensi ke pejabat terkait, dan sudah mendapat pengakuan. Selanjutnya siap bekerja sama dengan pemerintah dalam hal penataan ulang fasad dan kawasan Jalan Malioboro dan Jalan A Yani agar lebih kondusif, nyaman, aman,” tegas Ketua Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) Sadana Mulyono kepada KRJOGJA.com, Selasa (13/4/2021) malam.

Didampingi Koordinator Lapangan PPMAY, KRT Karyanto Purbohusudo, Sadana menegaskan pernyataan bersama tersebut hasil pertemuan (gathering) sekitar 200-an anggota PPMAY, Senin (12/4/2021) di Grand Inna Malioboro Hotel. “Penataan pada gilirannya akan memberi manfaat lebih besar kepada masyarakat Yogyakata dan menjadikan kawasan Jalan Malioboro dan Jalan A Yani sebagai kebanggaan kita semua,” tegasnya.

Sebelumnya Sadana menjelaskan berdasarkan para saksi hidup serta kesejarahan, dulunya di sepanjang Jalan Malioboro dan Jalan A. Yani tidak ada lorong toko atau selasar, “Baru tahun 1974 Walikota Yogyakarta memerintahkan pemilik toko merelakan tokonya dikerowok dan dibikin lorong, dengan tujuan sangat mulia untuk para pejalan kaki biar kalau panas tidak kepanasan dan ketika hujan tidak kehujanan,” paparnya.

Dikatakan pada saat disosialisasikan tidak ada niatan sama sekali dari pemilik toko maupun pemerintah lorong dipakai untuk berjualan. “Siapapun selain pemilik toko tidak berhak menyewakan dan atau mengontrakan serta memperjualbelikan lorong toko,” tegas Sadana.

krjogja.com


BERITA TERKAIT