Dugaan Plagiasasi Rektor, Mahasiswa Unnes Datangi Ombudsman dan UGM
KRJOGJA.COM | 27/02/2020 14:21
Dugaan Plagiasasi Rektor, Mahasiswa Unnes Datangi Ombudsman dan UGM

YOGYA, KRJOGJA.com – Belasan mahasiswa dari BEM KM Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendatangi kantor Ombudsman RI Perwakilan Yogyakarta dan Rektorat UGM, Kamis (27/2/2020). Mereka ingin mempertanyakan kejelasan kasus dugaan plagiarisme yang menyangkut nama Rektor Unnes Prof Fathurokhman.

Muhammad Fajar Ahsanul Hakim, Presiden Mahasiswa BEM KM Unnes mengungkap ada dua agenda kedatangan mereka ke Yogyakarta yakni bertemu Ombudsman dan Rektorat UGM. Mereka mengharapkan kejelasan kasus yang dirasa membuat nama mereka tercemar.

BACA: Pembina Pramuka Tak Hiraukan Warga

“Apapun hasilnya tak masalah untuk kami termasuk apabila terbukti plagiat. Kalaupun tidak, harapannya segera ditindaklanjuti, diumumkan dan ditindak tegas agar bisa memperbaiki nama baik kampus. Sudah terlalu lama kasus ini, kami dicap kampus yang rektornya plagiat. Kami ke Ombudsman untuk mencari tahu, pun setelah ini kami ingin temui Prof Panut Mulyono rektor UGM untuk segera dipublikasikan hasil investigasinya,” kata dia.

BEM KM Unnes menurut Fajar membawa aspirasi dari sivitas akademika yang merasa jengah dengan kondisi ketidakpastian atas kasus dugaan plagiarisme. Terlebih, beberapa waktu terakhir rektor Unnes melakukan manuver-manuver yang mengkhawatirkan diantaranya menonaktifkan dosen Sucipto dari kegiatan tri dharma perguruan tinggi hingga melaporkan sosok pelapor dugaan plagiarisme pada UGM tahun 2018 lalu.

“Segera harus ada dorongan apakah itu plagiat atau tidak. Kalau terbukti agar segera ditindak dan kalaupun tidak harus segera selesai agar nama baik kampus tak semakin buruk. Kami berharap UGM segera mempublikasikan hasil pemeriksaan atas dugaan plagiarisme ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Ombudsman Perwakilan Yogyakarta, Budi Masturi mengatakan pihaknya bakal berkirim surat secepatnya ke Rektor UGM untuk mengingatkan komitmen menyampaikan hasil laporan pemeriksaan atas dugaan plagiarisme rektor Unnes. “Hari ini atau besok (Jumat 28/2/2020) kami kirimkan ke UGM. Isinya menanyakan hasil pemeriksaan dan meminta laporan sesuai komitmen sesuai kesepakatan rektor pada akhir 2019,” kata Budi. (Fxh)

KRJOGJA.COM

 

BERITA TERKAIT