Pelestarian Cagar Budaya, Bangunan Bersejarah di Sukoharjo Tak Terawat
KRJOGJA.COM | 25/02/2020 18:21
Pelestarian Cagar Budaya, Bangunan Bersejarah di Sukoharjo Tak Terawat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo akan menghidupkan kembali bangunan bersejarah agar tidak mangkrak dan kurang terawat. Sebab di Sukoharjo banyak peninggalan sejarah yang perlu dilestarikan sebagai cagar budaya. Namun demikian, usaha tersebut dilakukan dengan merangkul pihak terkait termasuk pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Selasa (25/2/2020) mengatakan, perlu kerja keras dan biaya tidak sedikit untuk menghidupkan kembali bangunan bersejarah di Sukoharjo. Sebab bangunan tersebut sekarang kondisinya memang sangat memprihatinkan setelah lama tidak terawat.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo melihat pentingnya melestarikan bangunan bersejarah sebagai bagian dari media pembelajaran terhadap generasi muda. Selain itu juga menjaga kelestarian sejarah bangsa. Darno mengatakan, namun sayangnya usaha tersebut tidak bisa dilakukan sepihak namun perlu melibatkan banyak pihak termasuk juga pemerintah pusat.

Salah satu dicontohkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo seperti Keraton Kartosuro dimana kondisi sekarang kurang terawat. Hal itu terjadi karena memang luasnya lahan serta kurangnya perawatan rutin disana. Akibatnya banyak tumbuhan liar atau bahkan kerusakan bangunan.

“Sukoharjo banyak bangunan dan benda bersejarah. Seperti Keraton Kartosuro, pesanggrahan langenharjo, dan lainnya. Keberadaannya tetap harus terus dilestarikan. Kedepan akan dihidupkan kembali tidak hanya sebagai bagian dari sejarah namun juga media pembelajaran generasi muda,” ujarnya.

Keberadaan bangunan bersejarah sekarang dikatakan Darno juga sedang identik dengan tempat wisata. Apabila dimaksimalkan nantinya akan berdampak baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar.

Pengelolaan wisata bangunan bersejarah sudah banyak dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah lain. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo berharap hal itu juga bisa dilakukan di Sukoharjo. “Soal konsep wisata nanti bisa menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Namun yang jelas bangunan sejarah itu harus lebih dulu dirawat dan perlu meminta bantuan ke pihak terkait dan pemerintah pusat,” katanya.

Darno mengatakan, pengelolaan bangunan sejarah sebagai tempat wisata juga akan dikoordinasikan pada lembaga terkait yang menangani cagar budaya. Sebab bangunan sejarah merupakan bangunan dilindungi dan tidak boleh dirusak. Karena itu butuh perlindungan khusus saat kedepan akan dijadikan tempat wisata.

“Pada intinya kami sepakat kalau bangunan sejarah itu perlu dilestarikan lebih dulu. Soal pengembangan apa ke depan masih perlu dipikirkan bersama,” katanya. (Mam)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT