Kantongi Sertifikat Kemahiran Dasar Pramuka, Mengapa 2 Pembina SMPN 1 Turi Tak Ikut Susur Sungai?
KRJOGJA.COM | 25/02/2020 10:40
Kantongi Sertifikat Kemahiran Dasar Pramuka, Mengapa 2 Pembina SMPN 1 Turi Tak Ikut Susur Sungai?
Korban susur sungai dievakuasi dari kawasan DAM Matras (dok Basarnas)

SLEMAN, KRJOGJA.com – Penyidik Polres Sleman kembali menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait tragedi susur sungai Sempor. Kedua tersangka, yakni R (52), warga Wonokerto Turi Sleman dan DDS (58), warga Sardonoharjo Ngaglik Sleman.

Sama seperti IYA (36), warga Caturharjo Sleman, tersangka R dan DDS dijerat Pasal 359 KUHP dan 360 KUHP, ancaman hukumannya maksimal 5 tahun. Mereka dianggap lalai, sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia dan luka-luka.

“Keduanya dijerat pasal yang sama seperti tersangka sebelumnya, yaitu Pasal 359 KUHP dan 360 KUHP. Penetapan tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara. Tersangka R dan DDS juga langsung ditahan di Polres Sleman,” ungkap Kabid Humas Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto saat jumpa pers, Senin (24/2/2020) malam.

Kabid Humas menjelaskan, tersangka R merupakan guru sekaligus Ketua Gugus Depan (Gudep) SMPN 1 Turi dan saat kejadian menunggu di sekolah. Sedangkan, DDS merupakan pembina dari luar sekolah, juga tidak ikut ke sungai, hanya menunggu di tempat finish.

Berdasarkan penyidikan, ketiga tersangka mengantongi sertifikat kemahiran dasar Pramuka, sehingga dianggap paham teknis giat Kepramukaan. Namun saat kejadian, para tersangka tidak menerapkan pengetahuan tersebut.

Diungkapkan Kombes Yulianto, jumlah saksi yang diperiksa hingga semalam sebanyak 22 orang. Mereka terdiri 7 orang pembina Pramuka, 3 anggota Kwarcab, 3 orang pengelola wisata, 2 siswa yang selamat, Kepala SMPN 1 Turi dan 6 orangtua korban. (Ayu/R-1)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT