Cerita Siswa SMPN 1 Turi di Detik-detik Mencekam Ketika Arus Sungai Sempor Perlahan Membesar dan Deras
KRJOGJA.COM | 24/02/2020 10:30
Cerita Siswa SMPN 1 Turi di Detik-detik Mencekam Ketika Arus Sungai Sempor Perlahan Membesar dan Deras

SLEMAN, KRJOJG - Operasi SAR pencarian korban susur sungai di Sungai Sempor berakhir. Proses pencarian secara keseluruhan dilakukan selama tiga hari.

Tragedi siswa pramuka SMPN 1 Turi hanyut terjadi Jumat (21/2/2020) pukul 15.00 WIB yang akhirnya dipastikan menewaskan 10 siswi dari kelas 7 dan 8.

Delapan korban ditemukan hingga Sabtu (22/2/2020) kemarin sementara dua korban terakhir yakni Yasinta Bunga siswi kelas 7B warga Dadapan Donokerto Turi dan Zahra Imelda kelas 7D warga Kenteng Wonokerto Turi Sleman ditemukan Minggu pagi hari tadi. Jenazah kedua korban kini tengah diidentifikasi di RS Bhayangkara Yogyakarta oleh tim DVI Polda DIY

Pembina Pramuka SMPN 1 Turi, IYA (36) warga Caturharjo Sleman, Sabtu (22/2) sekitar pukul 23.23 dimasukkan dalam sel tahanan Satreskrim Polres Sleman. Penahanan dilakukan setelah IYA selesai menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka.

Kejadian nahas yang terjadi di Sungai Sempor Donokerto Turi Sleman, Jumat (21/2/2020) diketahui terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tadi. Ahmad Bakir siswa selamat kelas 8C mengungkap kejadian banjir di sungai Sempor terjadi cukup cepat saat siswa sedang melakukan susur sungai.

“Tiba-tiba saat susur sungai itu air datang deras dari utara, saya saat itu posisi di pinggir mau ke jalan naik gitu. Langsung saya suruh semuanya naik, ada banyak teman-teman perempuan, saya beri jalan gitu untuk naik. Tapi masih ada sebagian yang menetap di situ (sungai),” ungkapnya ketika ditemui wartawan di SMP N 1 Turi.

Bakir mengaku melihat beberapa siswa hanyut terbawa arus sungai yang tiba-tiba menderas. Namun, ia melihat dua siswa berhasil diselamatkan oleh beberapa rekan yang memang berusaha untuk melakukan penyelamatan.

“Ada yang hanyut, tapi saya dan beberapa teman lain sempat menolong. Dua yang hanyut itu bisa ditolong, selamat. Kejadian tadi sekitar pukul 15.00 WIB, tadi mulai kegiatan jam 13.30 WIB,” sambung dia.

AHMAD Baqir Santosa, tak menyangka kegiatan susur sungai di sekolahnya berakhir menjadi musibah. Siswa kelas VIII C itu, merupakan salah satu korban yang selamat dalam peristiwa nahas Jumat petang kemarin. Sebelum menyelamatkan diri dari derasnya sungai, siswa warga Bangunsari Bangunkerto Turi Sleman itu, menyelamatkan 6 siswi yang hanyut.

”Saya sempat menyelamatkan enam siswi. Saya gunakan ranting kayu untuk membantu teman-teman. Setelah itu, saya baru menyelamatkan diri, suasana saat itu sudah kacau,” ungkap Ahmad Baqir Santosa ketika ditemui di sekolahnya.

Diceritakan Baqir, saat hendak turun ke sungai, hujan sudah turun. Ada 5 hingga 6 guru yang ikut mendampingi dibantu tim Penggalang. Awalnya, seluruh peserta berangkat dengan berjalan kaki dari sekolah. Sesampainya di Sungai Sempor, perjalanan dimulai dari arah selatan.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba dirinya merasakan ada peningkatan arus sungai. Namun, para siswa tetap melanjutkan perjalanan. Arus sungai tiba-tiba semakin membesar, sehingga para siswa mulai panik dan sebagian ada yang minta tolong. Para warga pun kemudian membantu penyelamatan.

Asnawi, Komandan Operasi SAR Sungai Sempor 2020 mengungkap ditutupnya operasi SAR diputuskan setelah tim berhasil menemukan dua korban yang menjadi data orang hilang terakhir sungai Sempor. Menurut dia, kedua korban ditemukan di DAM Mantras pukul 05.30 dan 07.05 WIB pagi tadi.

“Dengan ditemukannya dua korban terakhir maka operasi SAR Sungai Sempor 2020 dinyatakan ditutup, pukul 07.45 WIB. Seluruh potensi SAR dikembalikan ke unsur masing-masing. Kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan operasi SAR disampaikan penghargaan dan terimakasih setinggi-tingginya,” ungkap Asnawi.

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT