Ombak Pantai Parangtritis Seret 7 Mahasiswa, 2 Tewas, SAR Ingatkan Soal Palung
KRJOGJA.COM | 11/02/2020 12:50
Ombak Pantai Parangtritis Seret 7 Mahasiswa, 2 Tewas, SAR Ingatkan Soal Palung
Pengunjung berada di kawasan wisata Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, 27 Juni 2017. Saat libur lebaran 2017 sejumlah destinasi wisata pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta dipadati oleh pengunjung. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

BANTUL, KRJOGJA.com – Jeven Samuel Rendawa (20) warga Jalan Kuantan raya No 12 E RT 001 RW 002 Sekip Lima puluh Pekanbaru Riau yang hanyut di pantai Parangtritis ditemukan tewas mangapung 1 km dari tepi pantai, Senin (10/2). Mahasiswa Fisip semester 2 Universitas Atmajaya Yogyakarta ini terseret gelombang Pantai Parangtritis Sabtu malam lalu.

Dalam peristiwa tersebut dua orang mahasiswa tewas mengenaskan. Sebelumnya, Minggu (9/2) dinihari SAR dan Polair Polda DIY menemukan jenazah Eagan Chang Wen Tan (19) asal Green Land Blok A-3 No 01 RT 004 RW 002 Barelang Batam.

BACA: Sekolah Pinggiran Sukoharjo Kekurangan Murid, Ini Sebabnya

Komandan SAR Bantul, Arif Nugroho mengatakan, personel SAR, Polair Polda DIY, Basarnas setelah kejadian melakukan penyisiran disepanjang Pantai Parangtritis Kretek Bantul. Senin pagi SAR terdiri Ali Suntanta Jaka Saputra, Maret , Rohman serta Dita (anggota Polair Polda DIY) melakukan pencarian dengan perahu.

“Ketika personel sudah siap -siap masuk ke laut, ada informasi dari nelayan Depok dan Gesing jika korban mengapung ditengah laut,” ujar Arif Nugroho.

Setelah berlayar sekitar 1 km dari tepi pantai, SAR berhasil menemukan jenazah korban sesuai informasi dari nelayan. Setelah itu jenazah dimasukkan kantong untuk dibawa ke Pos SAR Parangtritis.

“Korban ditemukan dalam kondisi utuh, keluarga langsung bisa mengenali,” ujar Arif Nugroho. Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit Bhayagkara.

Arif mengatakan, Pantai Parangtritis rawan Khususnya berada di lokasi palung. Cirinya Palung air tenang, tetapi terdapat arus sangat kuat dibawah permukaan.

Lokasi palung tersebut kerap memicu kecelakaan laut di pantai selatan Bantul. Merujuk data Pos SAR Parangtritis, tahun 2019, terdapat 23 kasus, 19 berhasil diselamatkan dan satu orang ditemukan meninggal.

BACA: KKN UMY Bantu Perbaikan Alat Kesehatan Puskesmas Saptosari

Sementara Angelina kakak kelas korban mengungkapkan di kampus korban cukup aktif mengikuti kegiatan yang diprogramkan. Selain itu juga korban terkenal ramah dan rendah hati kepada teman-temannya. “Saya secara pribadi dengan korban tidak kenal dekat, tetapi menurut informasi dari kawan-kawannya sangat sopan juga ramah dan rendah hati,” ujarnya. (Roy)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT