Ejekan di Taruhan Pilkades Bikin Emosi Jiwa, Dua Petani Muda Bakar Mobil Honda Jazz Tetangga
KRJOGJA.COM | 07/02/2020 17:00
Ejekan di Taruhan Pilkades Bikin Emosi Jiwa, Dua Petani Muda Bakar Mobil Honda Jazz Tetangga
Polisi memperlihatkan tersangka pembakar mobil (Zaini Arrosyid)

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kepolisian Resort Temanggung menangkap dua petani, Su (39) dan Wd (19) warga Temanggung dengan sangkaan pelaku pembakaran mobil milik Supriyono warga Dusun Santren Rt 03 / Rw 04 Desa Glapansari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung.

BACA: Rusak Parah,Perbaikan SDN Gentan 2 Bulu Diprioritaskan

Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Heni Widiyanti mengatakan pembakaran menggunakan bensin yang disiramkan pada badan mobil Honda Jazz warna hitam Nopol H 9276 EM, yang kemudian disulut pakai korek api. ” Su bagian yang menyulutkan api, sedangkan Wd menyiramkan bensin di mobil. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta, ” kata Heni Widiyanti, Selasa (4/2).

Dia mengatakan pembakaran terbongkar diantaranya setelah petugas yang curiga menanyai Su, karena tangan dan kakinya luka. Saat ditanya, sebagai saksi Su mengatakan sakit gatal dan diperban, tetapi begitu diperiksa ternyata luka bakar. Polisi yang curiga menginterogasi dan akhirnya mengakui perbuatannya.
Ad

Dikatakan petugas mengamankan sejumlah benda untuk dijadikan barang bukti diantaranya jerigan bekas dalam kondisi terbakar, ember kecil, kain sisa terbakar, korek gas, sandal milik tersangka, dan pakaian yang dikenakan saat melakukan aksi pembakaran pada Jumat (10/1) sekitar pukul 22.00 WIB tersebut. ” Tersangka dijerat pasal 187 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 12 (Dua Belas) tahun penjara,” katanya.

Su mengatakan marah dengan Supriyono lalu membakar mobilnya. Kemarahan dipicu karena korban mengejek saat taruhan sepeda motor pada pilkades. Sepeda motor yang dibuat taruhan juga milik adiknya. ” Saya batalkan taruhan karena sepeda motor milik adik saya, ” katanya.

BACA:  Rumah Tan Jien Sing Ramai Didatangi Pengunjung

Dia mengatakan malam hari mengajak Wd untuk menemai membakar mobil milik korban yang diletakkan di garasi, untuk jasa itu Wd menerima upah. Pembelian bensin sekitar 3 liter dengan total pembelian Rp 30 ribu. Hingga kemudian ditangkap polisi karena curiga pada luka yang dideritanya. (Osy)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT