Belum Sah Sebagai Penggowes Andal Jika Belum Sampai Gunung Pecok
KRJOGJA.COM | 06/02/2020 18:01
Belum Sah Sebagai Penggowes Andal Jika Belum Sampai Gunung Pecok
KRJOGJA.COM - Rombongan penggowes sepeda dari komunitas dan perseorangan kini mulai menjadikan Gunung Pecok sebagai salah satu jujugan dan rute favorit bersepeda mereka. Setelah kawasan tersebut dibuka, para penggowes lebih leluasa menanjak hingga menikmati ketinggian panorama sekitar.

Sogirin (52) penggagas destinasi Gunung Pecok menuturkan, kawasan di Dusun Wonolopo, Kalurahan Gulurejo Lendah, Kulonprogo, semula hanya perbukitan dengan tumbuhan semak belukar dan pohon kelapa. Sosok yang akrab disapa Kang Girin menambahkan, lokasi tertinggi di Gulurejo tersebut pada dekade 60-an, menjadi tempat pelarian bagi anak-anak untuk sekadar menikmati kelap-kelip cahaya kota.

“Anak-anak yang lahir di tengah kemiskinan, mustahil bisa jalan-jalan ke kota. Saya dan teman-teman semasa kecil dulu banyak menghabiskan waktu bermain di tempat yang sekarang dinamai Gunung Pecok. Bermimpi bisa menikmati gemerlap kota dengan jalan naik ke puncaknya,” ucap Girin, Kamis (6/2) siang.

Lain dahulu lain sekarang. Kawasan Gunung Pecok lambat laun berubah. Lintasan instalasi listrik sudah masuk, begitu pula dengan akses jalan cor. Dengan modal finansial pribadi, Girin yang dikenal sebagai pengusaha batik Sembung berinisiatif membenahi kawasan agar layak dikunjungi, khususnya pada sore dan malam hari.

“Ide dasar yang kami sodorkan tetap mengacu pada mimpi anak-anak di era 60-an, menikmati panorama kota Yogyakarta dari atas bukit. Tetapi dalam suasana lebih nyaman berbalut suasana desa,” ucapnya.

Girin berharap, setelah ide membuka kawasan setempat terlaksana akan diikuti keterlibatan berbagai pihak untuk urun materi dan pemikiran dalam pengembangan dan penataan kawasan agar makin dikenal sebagai destinasi wisata. “Pengelolaan biar oleh kelompok. Didukung pemerintah khususnya kalurahan dengan melibatkan warga dan Karang Taruna,” ujar Girin.

Dijumpai di lokasi Gunung Pecok, Ansori (61) salah seorang penggowes, menuturkan, kawasan Gunung Pecok terbilang mudah dijangkau. Di samping itu, pemandangan indah mendukung swafoto. Bersama rekan penggowes, pensiunan asal Nagung sengaja datang menempuh rute 24 km setelah tahu informasi destinasi dari media sosial. “Cukup istirahat setengah jam di Gunung Pecok, bincang-bincang, minum cukup lanjut kembali gowes pulang lewat rute berbeda,” katanya. (*)

KRJOGJA.COM