Pelajar SMK di Yogya Ancam Ibunya Demi Uang 100 Ribu untuk Modal Pacaran
KRJOGJA.COM | 28/01/2020 09:00
Pelajar SMK di Yogya Ancam Ibunya Demi Uang 100 Ribu untuk Modal Pacaran
Aipda Sukamto memperlihatkan sajam yang disita. (Foto : Wahyu Priyanti)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Perangai pelajar salah satu SMK di Yogya ini sungguh memprihatinkan. D 16 tahun, bisa dengan mudah mengancam ibunya demi uang Rp 100 ribu untuk pacaran. Tak hanya mengancam dengan ucapan, tapi juga dengan senjata tajam.

Dari ancaman inilah kemudian, polisi mengetahui bahwa D menyimpan aneka macam senjata tajam, seperti celurit, sabit, arit dan pedang.

BACA: Siswa SMP N 2 Banguntapan Deklarasi Anti Klitih

Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiwanto SH menjelaskan, keberadaan sajam terungkap saat ibu D menghubungi temannya yang merupakan anggota Polresta Yogya, Rabu (22/01/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Jadi D ini menelpon ibunya minta uang Rp 100.000 untuk pacaran sambil mengancam. Saat pulang rumah ternyata D masih mengancam ibunya sambil membawa sajam. Karena takut, ibunya meminta bantuan temanya yang anggota Polres Yogya," ungkap Kapolsek di ruang kerjanya, Senin (27/01/2020).

Saat polisi datang, D menyembunyikan sajam kemudian ia dinasihati oleh polisi. Ketika anggota akan pulang diberitahu oleh ibu D jika anaknya menyimpan banyak sajam di rumah. S

aat dicek, ternyata informasi itu benar dan ditemukan 12 sajam berbagai jenis. "Anggota tersebut kemudian menghubungi Polsek Depok Barat dan Bhabibkamtibmas Desa Caturtunggal Aipda Sukamto langsung datang ke rumah D," ungkap Rachmadiwanto.

Belasan senjata tajam (sajam) berbagai jenis disita petugas Polsek Depok Barat dari kamar seorang siswa SMK berinisial D (16). Kepada polisi, D warga Caturtunggal Depok Sleman mengaku jika sajam itu milik teman-temannya.

BACA: 'Klithih' Main Bacok Lagi, 12 Remaja Diringkus

Aipda Sukamto menambahkan, ada 12 sajam terdiri dari 5 sabit, 4 clurit, 2 pedang dan 1 buah gergaji. D mengaku sajam itu milik teman-temannya, namun belum mengakui nama-nama pemiliknya. Polisi kemudian menyita belasan sajam tersebut.

"Saat kami sampai Polsek, ibu D kembali telpon dan mengatakan jika anaknya marah-marah karena ibunya memberitahu polisi terkait sajam itu. D minta uang ibunya untuk mengganti sajam milik teman-temannya yang telah disita polisi. Dua hari ini kami datangi rumahnya, namun D tidak ada bahkan saya dicek ia juga tidak masuk sekolah," ungkap Aipda Sukamto. (Ayu)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT