Dokter Hingga Profesor Tertipu Miliaran Rupiah di Investasi Sembako UD Sakinah
KRJOGJA.COM | 24/01/2020 16:30
Dokter Hingga Profesor Tertipu Miliaran Rupiah di Investasi Sembako UD Sakinah

SLEMAN, KRJOGJA.com - Penipuan berkedok investasi, kembali terjadi di Sleman dengan puluhan orang menjadi korban. Modusnya, investasi pengadaan sembako untuk penyediaan kebutuhan di sejumlah hotel berbintang di Yogya.  

Para korban tergiur bagi hasil yang besar yakni antara 50 hingga 55 persen dalam bisnis abal-abal yang dilakukan MW (43) dan istrinya IF (41), warga Ngemplak Sleman. Bahkan, pasangan suami istri (pasutri) pemilik UD Sakinah itu juga menggunakan dalil-dalil agama dalam menjalankan bisnisnya, sehingga para korban merasa investasinya bakal aman.    

BACA: Sejumlah Artis Diduga Terlibat Penipuan Investasi Bodong

Dari 46 orang yang tercatat menjadi korban, nilai investasi yang ditanamkan mencapai Rp 64 miliar. Korban aksi pasutri ini, mulai dari orang biasa, pengusaha, dokter bahkan profesor. Mereka, bukan hanya dari Yogya dan sekitarnya, namun juga dari sejumlah daerah di luar DIY. "Korbannya ada yang pengusaha, bahkan dokter dan profesor," ungkap sumber KR yang enggan disebutkan namanya, Selasa (21/1/2020).

Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal yang diwakilkan Kanit Reskrim Iptu Dewo Mahardian menjelaskan, kasus tersebut sudah dilaporkan. "Kedua terlapor sampai saat ini masih dalam pencarian, karena sudah tidak ada di tempat tinggalnya," ujar Iptu Dewo, semalam.

Salah satu korban, Luthfi Kurniawan, warga Sleman mengatakan, investasi yang ia tanamkan di bisnis pelaku mencapai Rp 1,2 miliar. Ia mulai berinvestasi pada Oktober 2017, setelah salah satu temannya juga bergabung.

"Karena teman saya ikut, saya pikir aman jadi saya ikut. Saya berinvestasi sebesar Rp 1,2 miliar, dari jumlah itu sebanyak Rp 925 juta uangnya saya transfer langsung ke rekening terlapor," ungkap korban.

Dikatakan Luthfi, selain keuntungan yang besar, terlapor juga menyampaikan dalil-dalil agama dalam bisnis abal-abalnya, sehingga korban makin yakin. Diakui korban, awalnya bisnis yang dijalankan terlapor berjalan mulus. Namun awal tahun 2020, penarikan modal dan keuntungan tidak lancar,  bahkan kedua pelaku juga mulai sulit dihubungi.

BACA: Investasi UEA Rp314,9 Triliun Bukan Pekerjaan Semalam

Korban lainnya, Nana, warga Sleman menjelaskan, keuntungan yang dijanjikan tidak langsung ditarik, namun ditanam kembali dengan alasan untuk investasi ke depan. Kecurigaan muncul belakangan ini, saat penarikan modal dan keuntungan tak berjalan mulus dan kedua pelaku mulai sulit dikontak. Rumah yang selama ini juga dijadikan tempat usaha para pelaku, juga sepi. 

Mengetahui hal itu, para korban kemudian mengecek ke sejumlah hotel rekanan. "Saat kami kroscek ke hotel, orderan yang even-even khusus itu, ternyata tidak ada," ungkap Nana.(Ayu)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT