Underpass di Kulon Progo Berubah Jadi Embung, Bisa Menikmati Kereta Api Lewat
KRJOGJA.COM | 20/01/2020 16:10
Underpass di Kulon Progo Berubah Jadi Embung, Bisa Menikmati Kereta Api Lewat
Underpass Kulur yang berubah menjadi ‘kolam’ (Agus Sutata)

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL) di Desa Kulur, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo setiap musim penghujan selalu disibukkan untuk mengamankan perjalanan kereta api (KA) akibat jalan bawah tanah underpass tidak dapat dilewati kendaraan.

Jalan tembus di bawah rel ganda yang terletak di Pedukuhan Pulodadi, Desa Kulur tersebut dipenuhi genangan air sehingga berubah menjadi ‘kolam’. Ruas jalan pintu keluarmasuk underpass pun dipasang garis polisi.

BACA: Belum Maksimal, Kapanewon Samigaluh Monitor Kinerja Dukuh

Kendaraan dua arah dialihkan melewati perlintasan yang padat perjalanan kereta. Karenanya, petugas PJL sepanjang bertugas harus memelototi seperangkat alat kerja, berkomunikasi dengan PJL terdekat, menutup dan membuka palang pintu untuk mengamankan perjalanan kereta.

”Underpass hanya berfungsi di musim kemarau. Itu pun mesin pompa penyedot air harus dihidupkan. Kalau musim penghujan berubah menjadi ‘kolam’, tidak dapat dilewati kendaraan,” ujar Firman
Nur Cahyo, salah satu petugas PJL di Pos PJL Kulur, Minggu (19/1).

Sejak pertama bertugas menjadi petugas PJL Kulur, katanya, underpass tersebut sudah ada. Sepanjang tahun belum pernah dapat dilewati kendaraan. Air hujan dan resapan air pertanian mengalir ke underpass.
Pembangunan underpass di Kulur ini bersamaan pembangunan underpass di Miri, Kapanewon Pengasih, sekitar 2012 silam. Adapun tujuannya untuk keselamatan pengguna jalan, tetapi belum dapat difungsikan.

BACA: Munculnya 'KAS', Masyarakat Diminta Selalu Waspada

Firman Nur Cahyo mengungkapkan, terdapat lima petugas PJL yang bertugas di perlintasan Pos PJL Kulur. Dalam waktu 24 jam terdapat sekitar 120 kereta melewati perlintasan di Pos PJL Kulur ini.

Hanya dalam hitungan menit harus menutup dan membuka palang pintu di perlintasan untuk keamanan perjalanan kereta. Jadwal pagi mulai pukul 06.00-14.00 terdapat 41 kereta, siang mulai 14.00- 21.00 terdapat 48 kereta dan malam hari mulai 21.00-06.00 terdapat 31 kereta. (Ras)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT