Bias Sejarah Keraton Agung Sejagat, Pemkab Purworejo Susun Narasi Bantahan untuk Raja Totok Santosa
KRJOGJA.COM | 16/01/2020 14:45
Bias Sejarah Keraton Agung Sejagat, Pemkab Purworejo Susun Narasi Bantahan untuk Raja Totok Santosa

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo berencana meluruskan bias sejarah Kraton Agung Sejagat (KAS) yang viral beberapa waktu terakhir. Pemerintah akan menggandeng beberapa ahli sejarah dan budayawan Purworejo untuk menyusun narasi bantahan atas klaim KAS.

Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo Drs Pram Prasetya Achmad mengatakan, ada banyak informasi kurang pas yang disampaikan pemimpin KAS R Toto Santosa terkait eksistensi 'kerajaannya'. "Ada sejarah yang salah disampaikan tersangka pemimpin 'kraton'," tuturnya kepada KRJOGJA.com, Kamis (16/01/2020).

Baca juga :

Geledah Keraton Agung Sejagat, Polisi Temukan Ini
Kontrakan Raja Kraton Agung Sejagat digerebek, Mengejutkan! Ini Yang Ditemukan

Ada dugaan upaya mencampuradukkan sejarah ketika yang bersangkutan menyampaikan sejarah tentang kepemimpinan tanah Jawa kepada pengikutnya. KAS menyampaikan adanya perjanjian antara Majapahit dan Portugis tahun 1518. Padahal, kata Pram, tidak ada literasi yang pernah menuliskan fakta sejarah perjanjian itu.

Tersangka Toto, lanjutnya, juga membuat pernyataan tidak berdasar dengan klaim KAS berkuasa di seluruh dunia. Bahkan PBB dan Pentagon adalah bagian di bawah 'kerajaan'.

Menurutnya, informasi keberadaan kraton dan latar sejarah yang disampaikan pihak KAS, dinilai telah membuat kehebohan dan berpotensi menjadikan suasana kurang kondusif. "Bayangkan sekarang ini banyak warga berbondong-bondong melihat keraton di Pogung Juru Tengah. Jika tidak segera diluruskan, tentu bisa memunculkan kerawanan-kerawanan," kata dia.

Draf narasi itu mulai disusun pemkab. Setelah jadi, lanjutnya, pemerintah akan mengundang dinas kebudayaan, dinas arsip, sejarawan dan budayawan, untuk berkumpul. "Kita satukan persepsi, kita lengkapi apa yang masih kurang, kemudian setelah selesai, akan disampaikan kepada masyarakat," ujarnya. (Jas)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT