Kasus Keraton Agung Sejagat, Gusti Poeger: Kriteria Kerajaan dalam Babad Tanah Jawa Ada Sejarahnya.....
KRJOGJA.COM | 16/01/2020 13:01
Kasus Keraton Agung Sejagat, Gusti Poeger: Kriteria Kerajaan dalam Babad Tanah Jawa Ada Sejarahnya.....

SOLO, KRJOGJA.com - Sejarahwan Kraton Kasunanan Surakarta yang juga menjabat Kepala Sasono Pustoko Keraton Surakarta Gusti Pangeran Haryo (GPH) Drs Poeger mengatakan munculnya kerajaan baru bernama Keraton Agung Sejagat (KAS) di Purworejo perlu disikapi dengan arif namun juga waspada. 

Baca Juga: Keraton Agung Sejagat....

"Kriteria sebuah kerajaan seperti dalam kitab sejarah Babad Tanah Jawa itu ada sejarahnya, ada urutannya tidak sekonyong-konyong berdiri. Kalau tiba-tiba ada adege (berdirinya) kraton, meski katanya berdasarkan wangsit ya patut dipertanyakan. Karena semua kerajaan di nusantara ini ada urutannya ada sejarahnya juga dinastinya," papar putra raja Kraton Kasunanan Surakarta Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Pakoe Boewono XII ini.

Dirinya menanggapi serius munculnya kerajaan baru Keraton Agung Sejagat (KAS) yang beralamat di Desa Pogung Jurutengah, RT 03/RW 01, Kecamatan Bayan, Purworejo. KAS dipimpin 'Raja' bernama Toto Santoso Hadingrat (42) dan Fanni Aminadia (41) sebagai 'permaisuri'.

Baca Juga: Ada Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Warga Terganggu

Menurut Gusti Poeger jika benar maksud pendirian KAS untuk perdamaian dunia juga kurang masuk akal. "Di dunia, eksistensi kerajaan di Eropa juga Asia juga masih cukup besar. Apa KAS bisa menandingi kerajaan yang sudah lama berdiri yang tentu didukung perangkat budaya maupun dana yang cukup. Sementara sumber daya manusia maupun dana yang dimiliki KAS sampai seberapa jauh bisa eksis mengelola sebagai kerajaan yang tentu memiliki fungsi berbagai aspek sosial, politik, ekonomi dan budaya," kata Gusti Poeger. 

Menurut Gusti Poeger pemerintah telah bertindak tepat dan cepat untuk menangani kasus KAS. Karena jika dibiarkan maka akan membawa dampak yang kurang baik serta meresahkan masyarakat. "Pemerintah dalam hal ini pemerintah daerah Purworejo di 'backup' pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Forum Pimpinan Daerah Purworejo yang meliputi kepolisian, Kodim serta kejaksaan dan pengadilan negeri setempat telah bersinergi menangani kasus KAS. 

"Bila ada pelanggaran hukum ya memang harus diproses, kalau saya melihat dari semangat untuk melestarikan budaya nusantara. Kasus KAS bisa menjadi pembelajaran bagi semua komponen masyarakat juga institusi, semangat untuk melestarikan nilai-nilai budaya perlu dilandasi dengan pengetahuan sejarah kebudayaan itu sendiri. Ada tata urutan, tidak ujug-ujug muncul kerajaan atau kebudayaan," kata Gusti Poeger.(Hwa)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT