Berpusat di Purworejo, Keraton Agung Sejagat Masukkan Pentagon dan PBB dalam Struktur Kerajaan
KRJOGJA.COM | 14/01/2020 08:30
Berpusat di Purworejo, Keraton Agung Sejagat Masukkan Pentagon dan PBB dalam Struktur Kerajaan
Karnaval wilujengan berdirinya Keraton Agung Sejagat di Pogung Juru Tengah. (Foto: Jarot S)

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Keraton Agung Sejagat (KAS) yang membuat heboh warga Purworejo menganggap bahwa mereka ada karena berakhirnya perjanjian 500 tahun antara Majapahit dan Portugis. Selain itu, keraton yang berlokasi di Desa Pogung Juru Tengah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini mengaku bahwa Pentagon di Amerika adalah Dewan Keamanan KAS. 

"Pentagon adalah Dewan Keamanan Keraton Agung Sejagat, bukan milik Amerika," kata pemimpin KAS Toto Santosa Hadiningrat kepada KRJogja.com. Toto yang bergelar Rangkai Mataram Agung Joyokusumo Wangsa Sanjaya itu.

BACA: Ada Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Warga Terganggu

Menurut Toto, Keraton Agung Sejagat memiliki alat kelengkapan yang dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN), International Court of Justice dan Defence Council.. 

Menurutnya, keraton didirikan untuk membebaskan seluruh umat manusia dari perbudakan global yang dijalankan Bank Central, memperbaiki kemerosotan sistem kedaulatan, bernegara, pemerintahan, serta pola pikir manusia.

Dijelaskasn oleh Toto, KAS merupakan perwujudan berakhirnya perjanjian 500 tahun yang ditandatangani penguasa terakhir Majapahit Dyah Ranawijaya dengan Portugis di Malaka tahun 1518. Berakhirnya perjanjian itu menandakan selesainya dominasi orang barat dan kembalinya kekuasaan tertinggi kepada pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat. 

BACA: Banjir Jakarta, Ketua IGI: Mereka yang Menghujat Anies Hanya Pembenci

"Wilujengan Keraton Agung Sejagat adalah untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Jawa," tutur Toto.  (Jas)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT