Spesialis Pencuri di Gereja, Menyamar sebagai Jemaat kemudian Gasak Puluhan Juta Rupiah
KRJOGJA.COM | 13/01/2020 15:27
Spesialis Pencuri di Gereja, Menyamar sebagai Jemaat kemudian Gasak Puluhan Juta Rupiah

KLATEN, KRJOGJA.com - Menyamar menjadi jemaat, HS, penjual pakaian asal Cikarang, Bekasi, nekad melakukan pencurian di gereja. Pelaku berhasil menggasak uang tunai Rp 25 juta, namun akhirnya ditangkap polisi. Atas perbuatannya tersebut, HS dijerat pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun.

Wakapolres Klaten Kompol. Moh. Zulfikar Iskandar Senin (13/1/2020) mengemukakan, HS melakukan pencurian di Gereja Maria Assumta pada Minggu (5/1) dalam keseharian HS berprofesi sebagai penjual pakaian di daerah Yogyakarta. Dari penangkapan tersebut ,Sat Reskrim berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 20,5 juta dari total Rp 25 juta uang yang dicuri. Sisanya sebanyak Rp 4,5 juta telah digunakan untuk belanja pakaian.

BACA JUGA :

Melawan, Dua Pencuri Berclurit Didor

Sindikat Pencuri Truk Diringkus Polisi

Menurut Wakapolres, pengungkapan kasus tersebut sangat terbantu dengan adanya CCTV di lokasi kejadian. "Kami sangat terbantu dengan adanya CCTV yang ada di TKP. Kami melakuakn pegnejaran dan pelaku bisa cepat kita tangkap," kata Wakapolres.

Kasat Reskrim AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mengatakan, modus pelaku cukup profesional. Sebelum beraksi, pelaku terlebih dahulu melakukan survei terhadap target dengan berpura-pura sebagai jemaat gereja. Setelah 2-3 minggu memahami seluk-beluk target, pelaku baru melakukan aksinya dengan lancar.

"Pelaku ini spesialis pencurian di gereja. Mengaku pernah belajar kepada temannya yang telah berpengalaman di daerah Bekasi. Sasarannya tempat tinggal Romo, karena beranggapan bahwa di tempat Romo pasti ada barang-barang berharga atau uang,” kata Kasat Reskrim.

Melihat dari rekam jejak HS, adalah seorang residivis. Pada tahun 2016  pernah tersandung kasus yang sama di daerah Semarang. Untuk di wilayah Klaten, pelaku sudah melakukan 2 kali pencurian. Yakni di Gereja Maria Assumta dan Gereja di wilayah Delanggu.

"Sekitar tiga tahun lalu pernah mencuri di salah satu gereja di Delanggu, namun tidak dilaporkan. Pelaku sudah mengakui dan pihak korban sendiri saat kita konfirmasi membenarkan pernah kehilangan uang Rp 5 juta," kata kasat Reskrim pula. (Sit)


BERITA TERKAIT