Misteri Kerangka dalam Septic Tank dan Rahasia Surat Wasiat Suami Bunuh Diri
KRJOGJA.COM | 30/12/2019 14:10
Misteri Kerangka dalam Septic Tank dan Rahasia Surat Wasiat Suami Bunuh Diri

BANTUL, KRJOGJA.com - Penemuan kerangka manusia di dalam septic tank menggegerkan Bantul, Minggu (23/12). Penemuan itu dicurigai ada hubungannya dengan hilangnya, AS yang merupakan menantu Waluyo pada 2009.

Lebih mencurigakan lagi, sebelum penemuan kerangka, tepatnya 44 hari sebelumnya, suami AS yang bernama ES meninggal bunuh diri dan meninggalkan surat wasiat. Polisi masih mendalami penemuan Bantul itu dengan hilangnya AS yang tidak lain adalah menantu pemilik rumah, Waluyo.

BACA: Kerangka Manusia Ditemukan di Perkebunan Tebu

AS tidak diketahui rimbanya sejak tahun 2009 lalu. Sementara, suami AS, ES meninggal dunia karena bunuh diri sekitar sebulan lalu. Dia sempat menulis surat wasiat yang intinya ingin menyusul istrinya yang menghilang itu

Hingga kemarin, polisi belum memastikan penyebab kematian korban yang kerangkanya ditemukan di septik tank itu. Pantauan HarianMerapi.com di lokasi penemuan kerangka pada Senin (23/12) kemarin, tengki septik tersebut berada di belakang samping kanan rumah milik Waluyo. Di sampingnya terdapat sebuah kloset duduk, lokasi wc itu tidak berdinding atau terbuka.

Memurut keterangan warga sekitar, WC dan tengki septik sudah tidak lagi digunakan sejak empat tahun terakhir. Petugas membuka cor beton penutup tengki septik berbentuk persegi itu untuk mengevakuasi kerangka tersebut. Hingga kemarin garis polisi masih dipasang di sekitar lokasi penemuan yang berada tepat di bawah rumpun bambu tersebut.


Hingga kemarin, belum diketahui bagaimana awalnya kerangka manusia di dalam septik tank itu ditemukan. Warga hanya melihat tiba-tiba banyak polisi membongkar septik tank pada Minggu malam itu.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya mengatakan, pembongkaran tengki septik itu dilakukan setelah adanya koordinasi dengan Polresta Kota Yogyakarta terkait laporan orang hilang. Namun menurutnya, polisi datang ke lokasi Minggu petang sekitar pukul 17.30 karena mendapat informasi penemuan kerangka tersebut.

Kerangka yang ditemukan masih lengkap satu tubuh, namun sudah tidak tersusun atau terpisah di dalam tengki septik. Menurutnya posisi kerangka sudah tidak jelas, hanya saja saat ditemukan di kedalaman 2 meter itu menghadap ke samping. “Telungkup, atau telentang, atau bagaimana sudah tidak tahu lagi,” kata dia.

AKP Riko Sanjaya menyebut selain kerangka, saat evakuasi yang dibantu petugas PMI Bantul itu juga ditemukan kain seperti celana jins. Evakuasi membutuhkan waktu hingga tiga jam sampai semua bagian kerangka berhasil diangkat.

Kemudian seluruh bagian kerangka tersebut langsung dibawa ke Rumahsakit Bhayangkara untuk diotopsi dengan harapan bisa diketahui siapa sebenarnya kerangka tersebut. “Termasuk nanti untuk mengetahui apa penyebab kematiannya,” imbuhnya.

Sementara itu, polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pemilik rumah, Waluyo dan istrinya. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Polsek Kasihan. Sehingga menurutnya terlalu dini untuk menyimpulkan siapa sebenarnya kerangka tersebut.

Termasuk dugaan kerangka itu adalah AS yang tidak lain adalah menantu Waluyo atau istri almarhum ES. Setelah hasil otopsi diketahui, pihaknya akan meminta sampel perbandingan dari keluarga maupun pelapor orang hilang.

Sehingga dapat dipastikan apakah identik dengan orang yang dilaporkan hilang. “Jadi prosesnya ini masih terus dilakukan, kita belum bisa pastikan identitasnya,” sebut AKP Riko Sanjaya.

Ketua RT setempat, Suparno menyebutkan saat pembongkaran dan evakuasi, petugas mengambil bagian-bagian kerangka satu persatu. Tengki septik itu dalam kondisi kering karena disebutkan Suparno sudah tidak difungsikan lagi sejak empat tahun terakhir.

Warga saat itu tidak mengetahui pembongkaran tengki septik tersebut. Polisi datang dan langsung melakukan pembongkaran tutup tengki septik dan menemukan kerangka manusia. “Masyarakat tidak tahu, tiba-tiba polisi datang,” ujarnya.

Penemuan kerangka itu kemudian memicu spekulasi dari warga di mana sebelumnya polisi sempat datang ke lokasi tersebut mencari keberadaan AS.

Dugaan itu menurutnya semakin kuat setelah suaminya, ES meninggal dunia dengan cara gantung diri 44 hari yang lalu. Keluarga AS yang merupakan warga Kota Yogyakarta sempat menanyakan keberadaan putrinya kepada keluarga besan.

Bahkan beberapa hari setelah ES meninggal, orangtua AS datang kepada Waluyo dan menanyakan keberadaan anaknya. Sebelum bunuh diri, ES menurutnya sempat meninggalkan surat wasiat. “Suratnya intinya dia (ES) mau nyusul mbok tua (nenek) dan istrinya,” kata Suparno. (C1)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT