Aplikasi Wonder Indonesia Bantu Perempuan Korban Kekerasan Dapat Respon Cepat
KRJOGJA.COM | 13/12/2019 20:15
Aplikasi Wonder Indonesia Bantu Perempuan Korban Kekerasan Dapat Respon Cepat

SLEMAN, KRJOGJA.com - Perempuan Indonesia masih rawan mengalami kekerasan, lantaran negara ini masuk dalam 10 besar negara paling tidak aman bagi perempuan berdasar survei Thomson Reuters Foundation 2018. Kurang cepatnya respon kedaruratan kasus kekerasan pada perempuan dan lemahnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu penyebab hal tersebut masih terjadi. 

Latar inilah yang membuat Yayasan Sebar Inspirasi Indonesia (YSII) menggagas sebuah aplikasi yang membantu perempuan mendapat respon cepat saat menjadi korban kekerasan. Aplikasi yang dinamai Wonder Indonesia diluncurkan Jumat (13/12/2019) bertepatan dengan Hari Kerelawanan Internasional 2019. 

BACA: Gunungan Tutup Perhelatan WICSF 2019

Atika, Direktur Eksekutif YSII menyebut di sisi lain Indonesia memiliki potensi besar kerelawanan dengan catatan salah satu yang terbesar di dunia. Hal ini yang kemudian coba digali manfaatnya oleh YSII melalui aplikasi Wonder Indonesia. 

“Dalam aplikasi ini ada fitur yang memberikan kemudahan terhadap korban untuk mengakses pertolongan, mencari suaka dan memperoleh pendampingan langsung dari relawan yang terdaftar secara instan. Kami bersama Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan juga mengembangkan sistem rujukan dalam aplikasi ini untuk memberikan standar operasional prosedur bagi relawan untuk melindungi hak korban maupun relawan sendiri,” kata dia, dalam peluncuran di Grha Sabha Pramana UGM. 

Aplikasi Wonder Indonesia menurut Atika menghubungkan relawan terdekat yang terdaftar serta memiliki keterampilan dasar dengan masyarakat yang mengalami kondisi kedaruratan. Relawan pun wajib terdaftar resmi sebagai anggota lembaga atau komunitas relawan Yogyakarta. 

Cara kerjanya, masyarakat tinggal melakukan registrasi di aplikasi tersebut dan menekan tombol bantuan ketika terjadi keadaan darurat. Dalam waktu tertentu nantinya relawan akan merespon dengan lebih cepat dan mendatangi lokasi pelaporan tersebut dengan assasment yang dipersiapkan sesuai laporan. 

“Kami kolaborasi bersama PrivyID untuk membangun aplikasi ini dan kami sangat berterimakasih atas keterlibatan semua pihak hingga akhirnya Wonder Indonesia bisa diluncurkan. Semoga banyak yang bisa terbantu dan kualitas hidup semakin baik kedepan,” katanya. 

Sementara Rektor UGM Prof Panut Mulyono, yang hadir dalam peluncuran melempar apresiasi atas aplikasi Wonder Indonesia. Tujuan aplikasi ini menurut Panut sejalan dengan misi UGM untuk cepat menaggulangi pelecehan seksual di kampus. 

“saat ini UGM sedang dalam masa menerbitkan peraturan rektor khusus tentang penanganan dan penanggulangan pelecehan seksual. Saat ini sedang di bahas senat akademik dan semoga dalam waktu dekat bisa disahkan. Aplikasi ini sejalan dengan tujuan UGM tersebut, dan kami mendukung penuh,” ujar Panut. (Fxh)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT