Naik - Turun, Panas - Dingin Hubungan Diplomatik Indonesia - Australia Selama 70 Tahun
KRJOGJA.COM | 11/12/2019 19:07
Naik - Turun, Panas - Dingin Hubungan Diplomatik Indonesia - Australia Selama 70 Tahun

YOGYA, KRJOGJA.com - Hubungan diplomatik Indonesia-Australia sudah berlangsung 70 tahun. Dalam kurun itu hubungan Indonesia dengan Australia mengalami fluktuasi.

"Bahkan ibarat rumah, pintunya langsung ada di depan rumah kita. Indonesia sebagai tetangga, tidak ingin punya musuh di depan rumah kita. Meski demikian harus diakui hubungan Indonesia dengan Australia, naik-turun," kata Drs Yohanes Kristianto (YK) Soeryo Legowo selaku Duta Besar Indonesia Untuk Australia dalam kuliah umum di kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Prof Soepomo, Glagahsari, Umbulharjo, Rabu (11/12/2019). Kuliah umum bertema '70 Tahun Hubungan Indonesia dan Australia' dibuka diberi pengantar Dr Muchlas MT, Rektor UAD.

BACA: Berani Mengambil Peluang Kunci Sukses Wirausaha

Menurut YK Soeryo Legowo, hubungan Indonresia dengan Australia ada 4 hal. Keempat itu, yaknj Australia menjadi aset, NKRI aman dan utuh, ekonomi maju serta ikut menjaga perdamaian dunia.

Dalam pemahaman YK Soeryo Legowo, bagi Indonesia tidak punya  pilihan lain. "Tetangga tidak bisa memilih, kawan bisa memilih. Australia itu  tetangga, bagi Indonesia adalah aset," ujarnya. Australia selama ini selalu mendukung, ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu harus diakui, Perguruan Tinggi di Australia lebih unggul di bandingkan Indonesia. "Maka tidak mengherankan banyak orang Indonesia studi lanjut di Australia, termasuk dari UAD," ucapnya.

Pada bagian lain, YK Soeryo Legowo menyebutkan, Australia membangun deplomasi ekonomi, tidak sebatas perdagangan, investasi, tetapi konteksnya lebih luas lagi. Deplomasi ekonomi, kedua negara saling menguntungkan. "Daging, gandum  banyak didatangkan dari Australia," ujarnya.

Sedangkan Dr Muchlas MT dalam sambutan antara lain mengatakan, kuliah umum bicara Indonesia-Australia ini penting seperti dua sahabat, hubungan yang benci-benci rindu. Hubungan politik naik-turun. "Ada saatnya, hubungan  harmonis, kadangkala ada sedikit ketegangan. Sampai Duta Besar Indonesia di Australia ditarik," ujarnya. Rektor UAD berharap, ke depan, khususnya hubungan UAD dengan Kedutaan Besar Australia  terjalin semakin baik. (Jay)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT