Nasi Estafet Tren Sejak 3 Bulan di Yogyakarta: Jika Lapar Silakan Ambil
KRJOGJA.COM | 05/12/2019 18:15
Nasi Estafet Tren Sejak 3 Bulan di Yogyakarta: Jika Lapar Silakan Ambil

KRJOGJA.COM - Cara berbagi untuk orang yang membutuhkan saat ini sangat beragam dengan berbagai macam media. Di Yogyakarta, muncul gerakan Nasi Estafet sejak 3 bulan lalu, sebuah cara unik untuk berbagi bagi orang lain yang sedang lapar. 

Adit Dibyandaru, sang inisiator menceritakan gerakan Nasi Estafet digagas untuk membantu orang lain yang sedang lapar namun tak punya uang. Ia mengaku kebingungan dalam membantu kaum dhuafa, fakir miskin dan kaum musafir atau orang lain yang sedang membutuhkan makan atau sekedar minum selama ini. 

BACA: Demi Buka Ruang Baca Edi Bersepeda Onthel ke Papua

“Dulu sempat muter untuk bagi nasi tapi kemudian waktunya habis di jalan. Akhirnya saya punya pikiran buat wadah yang bisa membuat orang-orang lain ikut ambil bagian membantu. Akhirnya tiga bulan lalu tercetus Nasi Estafet ini,” ungkapnya ketika berbincang dengan KRjogja.com, Kamis (5/12/2019). 

Tiga bulan bergerak, Nasi Estafet mampu merangkul banyak orang yang memiliki rejeki lebih untuk ikut ambil bagian, mereka disebut sebagai atlet. Saat ini tercatat ada lima etalase sederhana yang dibuat dari hasil donasi, yang seluruhnya bisa diisi makanan dan minuman untuk diberikan pada orang-orang membutuhkan. 

“Luar biasanya banyak sekali yang ingin terlibat membantu, kami menyebutnya Atlet Nasi Estafet dan sekarang sudah ada lima etalase di Giwangan, Patangpuluhan tepatnya depan Cromo Coffie, Candi Gebang depan Masjid Nurul Falaah, depan Starcomp Jalan Kaliurang dan depan Tride Industries Jalan Kalimantan Sinduadi. Di Giwangan, Patangpuluhan, Jalan Kaliurang dan Candi Gebang setiap hari sudah bergerak sementara yang di Jalan Kalimantan sementara tiap Jumat,” ungkapnya menambahkan. 

Selama 24 jam, etalase di lokasi-lokasi tersebut akan tersedia dan harapannya semakin banyak orang mewujudkan niat berbagi untuk orang lain yang membutuhkan. Seperti filosofi estafet saling menyambung antara satu dengan yang lain, berbagi dengan cara sederhana namun mengena. 

“Ini yang jadi harapan kami semua, etalase semakin banyak dan orang yang mengisi semakin banyak juga, atletnya tambah banyak. Mudah-mudahan semakin banyak juga orang yang terbantu, ketika tak punya uang untuk makan mereka tahu harus ke mana, tanpa harus khawatir,” kata dia. 

Ada beberapa cara berbagi di program Nasi Estafet ini yakni melalui pesan aplikasi GoFood yang alamatnya ditujukan ke salah satu etalase. Bisa pula melalui penyedia jasa memasak sekaligus distribusi nasi bungkus @sedekahfoodservice atau mengirimkan langsung kontak instagram ke @nasiestafet.jogja. (Fxh)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT