Komplotan Gay Pemeras Pelanggan Dibekuk, Cari Mangsa Lewat Aplikasi
KRJOGJA.COM | 31/10/2019 12:20
Komplotan Gay Pemeras Pelanggan Dibekuk, Cari Mangsa Lewat Aplikasi

SEMARANG, KRJOGJA.com - Aksi pemerasan kelompok gay terhadap pelanggannya, dibongkar kepolisian Semarang. Penyidik Polsek Semarang Tengah, Selasa (29/10/2019) mengamankan tiga dari enam oramg gay dan menyita  ponsel, video dan sejumlah uang milik korban. 

Ulah para gay memangsa korbannya ini tidak secara spontan, tapi telah direncanakan. Para korban menjadi sapi perahan mereka, karena diancam hasil rekaman videonya bakal disebarluaskan. Ulah para gay itu sudah berlangsung  berbulan bulan dan terkuak setelah diantara korban lapor polisi. 

BACA:  Bawa Istri Orang, Dipalak Rp 60 Juta

"Para gay mencari mangsa di aplikasi GRINDER. Setelah mendapat mangsa, mereka berbagi peran saat melampiaskan nafsu, yakni ada yang merekam dan memfoto, lalu diantara mereka pura-pura menggerebek, mengintimidasi dengan harapan mendapat uang," ungkap Kapolsek Semarang Tengah Polrestabes Semarang AKP Didi Dewantoro, Selasa malam.

Terungkapnya ulah mereka setelah adanya laporan. Petugas ketika melakukan penggerebekan di sebuah kamar di kawasan Semarang Tengah memergoki tiga pelaku sedang 'ngerjain' pelanggannya yang bakal dijadikan tumbal pemerasan. Ketiga dari enam pelaku itu adalah Al alias Adrian (23) asal Mranggen Demak, Lat (36), warga Bulu Magersari Semarang dan  Win (39), warga Gedung Batu Semarang Barat. Sedang tiga pelaku lain masih buron.

Kapolsek mengatakan, para pelaku yang mempunyai kelainan seks ini ketika melayani korban sengaja merekam adegan mesum. Sebelumnya antara korban dan pelaku melakukan interaksi melalui aplikasi GRINDER. Komplotan ini dalam aksinya, juga mengimitidasi korban dan melakukan pemerasan. Jika korban tidak memberi sejumlah uang, pelaku mengancam akan menyebarkan foto-foto mesum dengan sejenis dan akan diunggah di dunia maya.

BACA: Ngaku Wartawan Lakukan Pemerasan, Tiga Tersangka Dibekuk di Bantul

"Para tersangka mengaku sudah beraksi  empat kali. Korban terakhir diminta uang Rp 1,5 juta, HP dan kartu ATM," jelas Kapolsek.

Tersangka Al mengakui terus terang perbutannya.  Ia bersama rekan-rekanya sudah merencanakan secara matang, terbukti bersama Lat sudah menyiapkan kamar kos untuk menjerat korban dan melakukan pemerasan. (Cry)

KRJOGJA


BERITA TERKAIT