Puluhan Kambing di Gunungkidul Mati Dimangsa Binatang Buas, Diduga Karena Kemarau Panjang
KRJOGJA.COM | 24/10/2019 16:59
Puluhan Kambing di Gunungkidul Mati Dimangsa Binatang Buas, Diduga Karena Kemarau Panjang

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Serangan binatang buas terhadap hewan piaraan terutama jenis kambing kembali terjadi dan diduga akibat terjadinya kelangkaan air di sepanjang kawasan perbukitan selatan Kabupaten Gunungkidul. Puluhan ekor kambing mati diterkam binatang buas dalam keadan tergigit di bagian leher.

Peristiwa terakhir menimpa kambing milik Karso Ngadiman, warga Pulegundes II, Desa Sidoharjo, Tepus dan menelan kerugian hingga belasan juta rupiah. “Sebanyak 6 ekor kambing ditemukan dalam keadaan mati dengan kondisi tercabik-cabik diterkam binatang buas,” kata Kasi Pemerintahan Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Eka Sulistiyana.  

BACA: Angka Kemiskinan di Gunungkidul Ditargetkan Turun

Kawanan binatang buas tersebut menyerang ternak milik warga pada umumnya dilakukan pada dini hari. Serangan binatang buas tersebut diduga disebabkan karena kawasan habitat binatang liar yang berada di sekitar perbukitan mengalami kekurangan air.

Lantaran kehabisan makan atau minum di habitatnya itulah kawanan binatang buas menerkam binatang piaraan milik warga yang ditaruh di kandang jauh dari permukiman. Kambing milik warga yang mati diterkam binatang buas ini harus diantisipasi karena sudah cukup banyak ternak yang menjadi korban dan berdampak terhadap kerugian warga. “Warga berharap pemerintah bisa membantu mengusir binatang buas tersebut,” imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Sidoharjo, Evi Nurcahyani menambahkan, menyikapi kejadian tersebut, pihaknya langsung mengambil langkah. Saat ini, Pemerintah Desa Sidoharjo telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk memindahkan ternak yang dikandangkan di ladang dan jauh dari permukiman untuk dipindahkan ke sekitar rumah.

Sebenarnya sebelum ada serangan binatang buas ini pihaknya sudah meminta kepada warganya agar melakukan antisipasi dengan memindahkan hewan piaraan mendekati permukiman, tetapi memang masyarakat lebih memilih mengandangkan ternak di ladang yang jaraknya cukup jauh dari permukiman. “Akibatnya ketika terjadi kemarau panjang banyak ternak terutama kambing menjadi korban binatang buas,” ucapnya.

BACA: Pendapatan Retribusi Sektor Pariwisata Gunungkidul Capai Rp 27,8 M

Serangan binatang buas terhadap ternak kambing ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Tepus, tetapi juga di Kecamatan Girisubo, Rongkop, Ponjong, Saptosari, Panggang dan Purwosari. Tahun lalu jumlah korban terakumulasi mencapai ratusan ekor kambing mati akibat diterkam binatang buas, diduga jenis anjing liar.

Untuk Kecamatan Panggang, terdapat desa yang menjadi sasaran binatang buas dan terbanyak terjadi di Desa Girikarto. Wilayah yang menjadi sasaran binatang buas ini biasanya di desa-desa yang berdekatan dengan kawasan pantai selatan. (Bmp)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT