Pencuri Tas Jemaah di Masjid dapat Dilacak dengan GPS Ponsel Kemudian Ambyar Diamuk Massa
KRJOGJA.COM | 18/10/2019 16:07
Pencuri Tas Jemaah di Masjid dapat Dilacak dengan GPS Ponsel Kemudian Ambyar Diamuk Massa

SLEMAN,KRJOGJA.com - Menyamar sebagai jemaah saat salat di masjid, seorang lelaki yang diduga pelaku pencurian tas akhirnya berhasil diamankan polsek Bulaksumur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Pria yang diketahui berinisial PS (49) asal Sabang diketahui merupakan pencuri spesialis yang beraksi di wilayah hukum DIY. Kali ini, PS kembali berurusan dengan polisi lantaran ketahuan mencuri tas korban Heri ardiansyah (39) Lamongan.  "Kami mengamankan pelaku di daerah Wijilan Yogyakarta pada Rabu 16 Oktober 2019," kata Kapolsek Bulaksumur Kompol Sugiarto saat di konfirmasi wartawan. Jumat (18/10/19).

BACA JUGA :

Nekat Curi Ponsel, Remaja ini Dikecrek

Tol Yogya-Solo Lewati 14 Desa, Yogya-Bawen 8 Desa

Sementara peristiwa itu terjadi Rabu (16/10/19) dinihari sekitar pukul 03:00 WIB. Korban yang diketahui berprofesi sebagai dosen ini tengah beristirahat di masjid Mujahidin kawasan Kampus UNY beserta tas di sampingnya. Namun ketika korban terbangun untuk kesekian kalinya, tas tersebut sudah raib dari tempatnya. Korban lantas melapor ke polsek setempat.

Pagi harinya bersama anggota polsek Bulaksumur korban mulai melacak keberadaan barang dibawa pelaku melalui GPS ponsel yang berada dalam tas korban. Setelah keberadaan pelaku diketahui, langsung bergerak untuk melakukan penangkapan di daerah Wijilan Yogyakarta. 

"Pelaku sempat dihakimi warga sekitar. Beruntung petugas kepolisian Bulaksumur dibantu dengan Polsek Kraton dapat mengamankan pelaku dari amukan massa," ujarnya. Tubuhnya "ambyar" akibat diamuk massa.

Atas kejadian itu korban kehilangan ponsel, tas kecil, dopet berisi kartu berharga dan kemeja, total kerugian korban mencapai Rp 3,5 juta. "Motif pencurian, korban mengaku tidak memiliki uang. Pelaku bekerja sebagai buruh dagang di Pasar Bringharjo," tuturnya. 

Atas kejadian tersebut, pelaku terancam dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara. Pelaku yang mengakui telah lebih dari sepuluh kali berurusan dengan aparat kepolisian karena kasus pencurian. Pelaku mengaku kapok. "Kapok, saya tidak ingin mengulanginya lagi," kata pelaku saat ditanya wartawan. (Ive)


BERITA TERKAIT