Ketua Asosiasi Penyedia Jasa Tersangka Baru di Kasus Korupsi Proyek
KRJOGJA.COM | 16/10/2019 19:30
Ketua Asosiasi Penyedia Jasa Tersangka Baru di Kasus Korupsi Proyek

KLATEN, KRJOGJA.com - Kejaksaan Negeri Klaten kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus korupsi proyek-proyek penunjukan langsung di DPU dan ESDM Kabupaten Klaten tahun anggaran 2015. Tersangka baru tersebut adalah Mukhlis Mursidi, ketua salah satu asosiasi penyedia jasa di Klaten. Selain itu, mulai Rabu (16/10/2019), juga dilakukan perpanjangan penahanan terhadap tersangka pertama, Abdul Murysid, Kepala DPU dan ESDM Kabupaten Klaten tahun 2015.  

Kepala Kejaksaan Negeri Klaten Feri Mupahir melalui Kasi Tindak Pidana Khusus, Ginanjar Damar Pamenang mengemukakan, tersangka baru Mukhlis Mursidi dalam perkara tersebut bertindak sebagai orang yang mengkoordinir anggotanya, dengan dalih bisa memberi paket pekerjaan dengan komitmen fee tertentu.

BACA: MUI Klaten Gelar Kuliah Umum Bersama Pakar Hukum UI

“Sebagai ketua, dia yang mengkoordinir anggota. Dia kami tetapkan menjadi tersangka pada pekan kemarin,” kata Ginanjar. 

Lebih lanjut, Kasi Pidsus menjelaskan, antara tersangka pertama dan tersangka kedua memiliki hubungan personal yang sangat dekat. Dengan demikian sangat memungkinkan, proyek-proyek penunjukan langsung diberikan pada tersangka kedua dan anggotanya. 

“Dia salah satu direktur, sudah berpengalaman malang melintang di dunia penyedia jasa. Untuk lebih jelasnya, nanti pada hasil penyidikan,” kata Ginanjar.

Dalam kaitan dengan tersangka Mukhlis Mursidi, penyidik sudah memanggil sebanyak 10 orang saksi. Semuanya terdiri dari para penyedia jasa.

Di sisi lain, permohonan penangguhan penahanan untuk Abdul Mursyid ditolak, justru penyidik kini memperpanjang penahanan tersangka Abdul Mursyid untuk 40 hari ke depan, terhitung mulai Selasa (16/10/2019). Perpanjangan penahanan tersebut diperlukan, dengan alasan penyidikan belum selesai.

“Kami terima surat dari penasehat hukum untuk permohonan penangguhan penahanan, tetapi kami tolak. Justru kami perlu perpanjangan penahanan, karena penyidikan belum selesai,” ujar Ginanjar pula.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Kabupaten Klaten tahun 2015, Abdul Mursyid, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Klaten, Kamis (26/9/2019) terkait dugaan korupsi proyek pengadaan langsung, tahun anggraan 2015.

Modus yang dilakukan oleh tersangka adalah memungut sejumlah uang dari para penyedia jasa yang mendapatkan pekerjaan pengadaan langsung (paket PL) di Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM Kabupaten Klaten tahun anggaran 2015. Jumlah yang diminta bervariasi antara 5persen hingga 15 persen dari nilai kontrak. Dari penghitungan sementara, uang yang diterima oleh tersangka mencapai sekitar Rp 1,1 miliar. (Sit)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT