Seru, Pemilihan Ketua Osis SMPN 1 Kartasura ala Pemilu Pilpres
KRJOGJA.COM | 23/09/2019 16:21
Seru, Pemilihan Ketua Osis SMPN 1 Kartasura ala Pemilu Pilpres

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - SMPN 1 Kartasura menggelar pemilu dengan agenda utama pemilihan ketua OSIS dengan diikuti empat calon kandidat. Pemilu digelar sebagai bagian sekolah mengajarkan tentang pesta demokrasi mencari sosok pemimpin. Tidak kalah penting menanamkan karakter ke siswa tentang rasa legowo menerima kekalahan dan tidak sombong saat meraih kemenangan.

Kepala SMPN 1 Kartasura Viveri Wuryandari mengatakan, pelaksanaan pemilihan ketua OSIS di SMPN 1 Kartasura sengaja digelar dengan cara berbeda laiknya Pilpres. Apabila sebelumnya hanya melibatkan beberapa orang saja namun sekarang semua siswa dan guru sekolah. Sistem penyelenggaraan juga digelar dengan mengadopsi pelaksanaan pemilu.

BACA: SMK Citra Medika Sukoharjo Terapkan Ujian Berbasis Andorid

Pada tahap awal pihak SMPN 1 Kartasura terlebih dahulu membentuk panitia penyelenggaraan pemilu dengan agenda pemilihan ketua OSIS. Panitia didominasi siswa atau pengurus OSIS lama dibantu guru. Setelah terbentuk panitia kemudian dilakukan penjaringan terhadap calon kandidat ketua OSIS.

Dalam penjaringan pihak panitia melakukan sistem secara ketat terhadap calon kandidat ketua OSIS. Calon harus memiliki kemampuan akademik menonjol, berprestasi dan memiliki bakat penunjang. Hasilnya setelah dilakukan seleksi terjaring empat calon tampil dalam pemilu sebagai kandidat ketua OSIS. Mereka yakni, nomor urut 1 Faqih, 2 Amelia, 3 Jenar dan 4 Nasfa.

Keempat calon ketua OSIS kemudian diberi kesempatan membentuk tim sukses dan kampanye. Tim sukses bertugas menyusun program dalam rangka tampil dihadapan siswa dan guru untuk melakukan presentasi tentang OSIS. Sedangkan kampanye dilakukan dengan memasang poster dan yel-yel atau lagu.

"Jumlah pemilih sebanyak 863 siswa dan 61 guru. Pemilu pemilihan ketua OSIS ini sudah dilakukan dua kali ini. Pertama tahun lalu tapi kegiatan lebih sederhana karena pemilih hanya dari siswa. Sedangkan tahun ini pemilih ditambah guru dan ada masa kampanye dari calon atau kanditat ketua OSIS," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Senin (23/09/2019).

Tim sukses keempat calon sudah melakukan kampanye sejak satu minggu sebelum pelaksanaan pemilu pemilihan ketua OSIS. Mereka juga diberi kesempatan pasang poster sebanyak mungkin dibeberapa tempat yang sudah ditentukan.

"Ada juga tim pengawas pemilu pemilihan ketua OSIS. Tim ini bekerja sebagaimana layaknya saat penyelenggaraan pemilu. Termasuk menindak apabila ada temuan pelanggaran. Kemarin juga ada temuan pelanggaran poster salah satu calon rusak dan pelakukan tertangkap," lanjutnya.

Pelaksanaan pemilu pemilihan ketua OSIS digelar dengan sistem mencoblos. Siswa dan guru yang memiliki hak pilih mendapat surat suara dari panitia untuk menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara. Setelah mencoblos siswa dan guru wajib mencelupkan jari ke tinta sebagai bukti telah menggunakan hak pilih. Hasil penghitungan suara dibacakan secara terbuka dihadapan siswa dan guru. Selanjutnya akan diumumkan dan dibuatkan surat keputusan pemenang pemilu pemilihan ketua OSIS.

"Kegiatan ini penting sekali sebab siswa ini kedepan juga akan jadi pelaku pemilu. Siswa nanti punya hak memilih dan dipilih saat sudah dewasa dalam mengikuti pemilu. Terpenting juga pemilu pemilihan ketua OSIS mengajarkan tentang pesta demokrasi mencari sosok pemimpin. Tidak kalah penting menanamkan karakter ke siswa tentang rasa legowo menerima kekalahan dan tidak sombong saat meraih kemenangan," katanya. (Mam)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT