Tips Bisnis: Jangan Matikan Centang Biru dan Last Seen di Whastapp!
KRJOGJA.COM | 17/09/2019 16:23
Tips Bisnis: Jangan Matikan Centang Biru dan Last Seen di Whastapp!
Logo WhatsApp pada layar ponsel. (thenextweb.com)

BANTUL, KRJOGJA.com - Pelayanan prima dari sebuah bisnis akan tercipta apabila komunikasinya berjalan baik. Hanya saja, terkadang kemajuan teknologi justru dapat memayahkan proses komunikasi. 

Hal tersebutlah yang cukup disayangkan senior Trainer dan Public Speaker Lusy Laksita. Dihadapan puluhan pelaku pariwisata, Lusy menyatakan bahwa mematikan ‘centang biru’ dan ‘terakhir dilihat’ di WhatsApp dapat menghambat komunikasi, terutama dalam hal bisnis. 

BACA:  Pimpinan DPRD DIY Ditetapkan, Dewan Sepakat Potong Jumlah Kunker

“Centang biru dan terakhir dilihat dalam WhatsApp dimatikan itu sangat menghambat komunikasi, karena orang jadi enggak tahu pesan tersebut sudah dibaca atau belum,” papar Lusy dalam kegiatan Knowledge Sharing serangkaian Jogja Tourism Festival 2019 di Joglo Mandapa, Kamis 12 September 2019 sore. 

Lusy mengatakan, apabila kedua komponen tersebut dimatikan maka dapat berdampak buruk pada sebuah bisnis. Bisa saja pihak yang sebelumnya ingin melakukan kerja sama bisnis justru mengurungkan niat karena tidak tahu pesannya sampai atau tidak. 

“Saya beberapa kali membutuhkan ruangan di hotel, saya kontak hotelnya tapi centang birunya dimatikan jadi saya tidak tahu ini orangnya sudah baca apa belum, yaudah saya pindah hotel lain,” tutur Lusy. 

Ia pun menceritakan bahwa membatalkan kerja sama karena kasus serupa tidak hanya sekali dua kali saja, namun sudah tergolong cukup sering. Baginya, hal sekecil ini lah yang harus tetap diperhatikan seluruh pelaku pariwisata. Terlebih mematikan komponen tersebut sering dianggap sepele dan banyak yang tidak tahu dampak buruknya. 

“Centang biru dan terakhir dilihat tidak usah dimatikan. Toh kalau kita telat balas kita tinggal meminta maaf saja kok, mohon maaf baru merespon maka mereka akan memaklumi,” tambahnya. 

BACA: “Aisyah” Sosok Mistis yang Hebohkan Driver Ojek Online Jogja, Siapa Dia?

Menurut Lusy, keterlambatan membalas sebuah pesan elektronik merupakan sebuah kewajaran. Bahkan, ia menyatakan bahwa sesorang tidak perlu terburu-buru dalam membalasnya karena memang menanggapi pesan dibutuhkan pikiran. 

“Silahkan yang centang birunya dimatikan bisa dihidupkan kembali supaya komunikasinya tidak terhambat, terutama dalam membangun bisnis biar lebih lancar. Balas pesan enggak harus ‘kemrungsung; karena membalas itu juga butuh pikiran,” tegasnya. (KRA-01)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT