Ketua KPK Firli Bahuri, Menurut Mahfud MD Sopan dan Tidak Norak
KRJOGJA.COM | 16/09/2019 17:45
Ketua KPK Firli Bahuri, Menurut Mahfud MD Sopan dan Tidak Norak

YOGYA, KRJOGJA.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mengaku mengenal ketua KPK terpilih periode 2019-2023 Irjen Pol Drs Firli Bahuri. Menurut Mahfud, Firli adalah sosok yang cukup sopan dan Indonesiawi.

"Kesan saya baik. Menurut saya cara bergaulnya tidak norak, cukup sopan dan Indonesiawi. Tetapi jika bertanya untuk kasus-kasus lain, saya tidak tahu karena tidak mengikuti," kata Mahfud kepada wartawan usai acara Reuni UII angkatan 78 Fakultas Hukum, di D'tambir Yogyakarta, Minggu (15/09/2019).

BACA: Agus Rahardjo Surati DPR

Mahfud bercerita, kesan tersebut dia nilai pada saat pertemuannya dengan Firli di Bandara. Pada saat itu, keduanya sedang berada di bandara. Mendengar kabar tersebut, Firli yang di bandara sengaja menunggu Mahfud untuk bertemu sekedar silaturahmi dan ngobrol.

Mahfud menambahkan, untuk tidak beranggapan buruk kepada ke lima komisioner terpilih KPK melalui voting anggota komisi III, terutama kepada ketua KPK yang dinilai memiliki latar belakang yang bermasalah.

Mereka adalah Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, dan Nawawi Pomolango.

"Saudara jangan underestimate (meremehkan) dahulu. Sebelumnya KPK yang pernah dipimpin Agus Raharjo cs, ketika dipilih orang, bilang semua jelek. KPK akan hancur di bawah kepemimpinan orang ini, ternyata bagus. Baguskan kerjanya," tutur Mahfud.

"Mungkin yang ini juga begitu. Karena apa, yang mendorong bagus tidak bagus itu lingkungan. Jika masyarakatnya mendorong berbuat bagus, hasilnya akan bagus juga," imbuhnya.

Baca Juga: DPRD DIY Teruskan Penolakan Revisi UU KPK ke DPR

Menurutnya, kasus protes kepada pemimpin KPK yang sebelumnya juga sangat luar biasa, namun pada pelaksanaanya, sekurang - kurangnya mereka (KPK) tidak mengecewakan.

"Inikan sudah jadi. Kita enggak ikut memilih, saya juga tidak. Tetapi yang berwenang, sudah memilih dia. Ya itulah caranya hidup bernegara. Kita ndak boleh berfikiran negarif terus apa yang menurut kita tidak," katanya. (Ive)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT