Bu Guru Tertipu Cinta Polisi Palsu Kenalan di Sosmed
KRJOGJA.COM | 12/09/2019 16:21
Bu Guru Tertipu Cinta Polisi Palsu Kenalan di Sosmed

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - HS (37) warga Nogosari, Boyolali ditangkap petugas Polres Sukoharjo karena mengaku sebagai polisi untuk melakukan penipuan terhadap korban DL (24) seorang guru di wilayah Kelurahan Begajah, Kecamatan Sukoharjo Kota. Pelaku polisi palsu ini mengenal korban dan menjalin hubungan asmara melalui media sosial atau medsos.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya, Kamis (12/9) mengatakan, pelaku HS diketahui sudah berkeluarga dan berprofesi sebagai seorang satpam disebuat tempat usaha di wilayah Kecamatan Kartasura. HS kemudian mengenal korban DL melalui media sosial. Dalam perkenalan tersebut HS menggunakan pakaian dinas polisi lengkap dan membuat DL tertarik.

BACA: BKD Sukoharjo Ingatkan Pelunasan PBB

Hubungan keduanya semakin akrab hingga akhirnya HS berkunjung ke rumah HS di Sukoharjo pada 24 Juni lalu. Pertemuan antara HS dengan DL semakin sering berlanjut. Saat bertemu DL selalu mengenakan pakaian dinas polisi lengkap baik saat ke rumah maupun bertemu di luar.

Pakaian dinas polisi yang dikenalan HS membuat DL semakin tertarik dan tidak menaruh curiga. Keakraban tersebut kemudian dimanfaatkan HS untuk meminjam uang sebesar Rp 3 juta pada DL Agustus lalu dengan alasan untuk membiayai orang tuanya yang sedang sakit.

DL kemudian memenuhi permintaan HS dengan meminjamkan uang sebesar Rp 3 juta. Namun seiring berjalannya waktu uang tersebut tidak kunjung dikembalikan dan membuat DL curiga. DL kemudian mencari tahu kebenaran status HS sebagai polisi dengan meminta keterangan petugas Polres Sukoharjo. Hasilnya HS bukan seorang anggota polisi.

Mengetahui hal tersebut DL kemudian melaporkan kejadian penipuan ke Polres Sukoharjo. Rencana penangkapan terhadap HS kemudian dilakukan dengan melakukan pemancingan. DL meminta kepada HS untuk bertemu dan disepakti di wilayah Kecamatan Kartasura. Penangkapan akhirnya dilakukan Polres Sukoharjo pada Selasa (3/9) terhadap HS yang pada saat itu juga mengenakan pakaian dinas polisi lengkap.

“HS merupakan oknum polisi gadungan mengaku kepada korban DL sebagai anggota polisi bertugas di Boyolali. HS melakukan penipuan karena mencari pacar melalui media sosial. Setelah mengenal DL maka HS muncul niat motif ekonomi membutuhkan uang dan menipu korban,” ujarnya. (Mam)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT