Mengingat Pesan Kebangsaan BJ Habibie Usai Pemilu 2019: Merawat Demokrasi di Indonesia
KRJOGJA.COM | 11/09/2019 19:35
Mengingat Pesan Kebangsaan BJ Habibie Usai Pemilu 2019: Merawat Demokrasi di Indonesia
Siswa sekolah dasar berebut untuk bersalaman dengan Presiden ke 3 Indonesia BJ Habibie pada Bekraf Habibie Festival 2017 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, 7 Agustus 2017. Pameran teknologi inovasi terbesar di Indonesia ini diikuti oleh 100 perusahaan dan komunitas yang tergabung di dalamnya. Tempo/Tony Hartawan

JAKARTA, KRJOGJA.com - BJ Habibie berpulang Rabu petang 11 September 2019 di RSPAD Gatot Subroto. Namun kiprahnya dalm menyatukan anak bngsa tidak akan pernah terlupa. Seperti saat Pemilu 2019 yang polarisasinya dahsyat memecah dua kubu capres.

Kala itu, mantan Presiden Indonesia, BJ Habibie meminta masyarakat yang tidak puas dengan hasil Pemilu 2019, mengambil langkah yang konstitusional. Habibie juga meminta masyarakat tidak melakukan perbuatan negatif yang bisa mengancam persatuan.

BACA: BJ Habibie Meninggal Jokowi dan Iriana Langsung ke RSPAD

 “Hindari tindakan-tindakan yang dapat mempertajam polarisasi dan perpecahan di masyarakat, sehingga stabilitas dan kepastian hukum dapat terjaga demi keberlanjutan pembangunan,” kata Habibie dalam pesan kebangsaan yang diunggah di akun YouTube The Habibie Center, Senin (20/5/2019).

Menurut Habibie, di tengah situasi regional dan global yang tidak kondusif seperti saat ini, seluruh pihak perlu memperkuat ketahanan nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat saling menjaga harkat dan martabat bersama sebagai sebuah bangsa.

Habibie juga berharap demokrasi dan perdamaian akan tetap tumbuh dan berkembang di Indonesia. “Kita baru saja melaksanakan pemilihan umum serentak sebagai ikhtiar bersama dalam rangka merawat keberlangsungan demokrasi di Indonesia,” ujar Habibie.(*)

KROGJA.COM


BERITA TERKAIT