Mahasiswa Papua di Sukoharjo Serukan NKRI Harga Mati
KRJOGJA.COM | 11/09/2019 16:05
Mahasiswa Papua di Sukoharjo Serukan NKRI Harga Mati
Mahasiswa Papua serukan NKRI harga mati saat mengikuti kegiatan bersama Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo. (wahyu imam ibadi)

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Mahasiswa Papua yang sekolah di Sukoharjo satu suara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati. Setelah lulus mengenyam pendidikan para mahasiswa ingin membangun Papua lebih maju. Selama sekolah keberadaan mereka dijamin sepenuh keamanannya oleh Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo.

Hal tersebut terungkap saat lima orang perwakilan mahasiswa Papua ikut dalam kegiatan Coffee Morning di ruang Panjura Mapolres Sukoharjo, Selasa 3 September 2019. Kegiatan digelar Polres Sukoharjo dan Kodim 0726 Sukoharjo dalam rangka menjalin tali silturahmi sekaligus meredam isu soal Papua pascakerusuhan.  

BACA: Siswi Papua Menari Bersama di HUT Polwan Polda DIY

Perwakilan mahasiswa Papua, Yonas Nixson mengatakan, ada lima mahasiswa Papua yang datang ke acara bersilaturahmi dengan jajaran Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo. Mereka yakni, Yonas Nixson, Maria Makdalena Kasse, Agustinus Teno, Deky Yan Kamfu dan Renatus Kiman. Kelimanya berasal dari Kabupaten Sarmi, Papua. Selama di Sukoharjo mereka sekolah di Akademi Pelayaran Nasional (APN) Surakarta, Kartasura.

Selama sekolah kelima mahasiswa tidak merasakan adanya gangguan sama sekali. Masyarakat dan tempat sekolah menerima dengan baik.

Yonas dihadapan jajaran Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo juga mengucapkan terimakasih pada Polres dan Kodim yang memberikan keamanan sehingga bisa menempuh pendidikan dengan aman. Jaminan keamanan sangat penting karena kelimanya menimba ilmu jauh dari rumah tempat tinggalnya berasal di Papua.

"Situasi yang terjadi di Papua, kami tahu ada oknum-oknum tertentu tertentu yang bermain. Kami satu tujuan untuk menimba ilmu hingga kembali ke Papua untuk bisa membangun Papua lebih maju dan sejahtera. NKRI harga mati," ujarnya.

Satu tekad NKRI harga mati juga disuarakan bersama oleh empat mahasiswa teman Yonas dalam acara. Mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh isu dan tetap menjaga NKRI.

"Kami mahasiswa Papua sangat nyaman, aman dan tenteram selama sekolah dan tinggal di Sukoharjo," lanjutnya.

Mahasiswa Papua lainnya, Maria Makdalena Kasse mengatakan, keramahan selalu diterima selama di Sukoharjo termasuk saat silaturahmi dengan Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo. Hal ini tidak akan dilupakan sekembalinya nanti ke Papua untuk memajukan daerah asal.

"Kami tetap mencintai NKRI mahasiswa Papua di Sukoharjo aman dan keluarga di Papua sana sudah kami kabari. NKRI harga mati," ujarnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, acara semacam ini sangat penting untuk menjalin tali silaturahmi dengan mahasiswa Papua. Sebab tidak sedikit mahasiswa Papua sekolah dan tinggal di Sukoharjo. Keberadaan mereka selama menimba ilmu dijamin sepenuhnya oleh Polres Sukoharjo.

"Saudara saudara kita asal Papua yang sekolah di Sukoharjo ini jumlahnya cukup banyak. Tali silaturahmi ini sangat penting dijaga agar mereka jangan sampai berpikir hidup sendiri di Sukoharjo. Masih ada kami dari jajaran Polres dengan dibantu Kodim 0726 Sukoharjo menjamin penuh keamanan mereka selama sekolah," ujarnya.

Dikatakan Kapolres, Papua tidak kalah berharga dengan daerah lain. Untuk itu, dengan acara tersebut diharapkan mampu mempererat kesatuan dan persatuan dalam rangka menjaga NKRI. Kedepan, ujar Kapolres, acara serupa akan terus digelar dengan kemasan yang berbeda seperti olahraga bersama. Menyikapi isu soal Papua, Polres dan Kodim meminta mahasiswa asal Papua tidak perlu khawatir soal keamanannnya.

"Mahasiswa Papua ini ternyata punya tim olahraga dan memang suka olahraga. Kedepan akan kami agendakan kegiatan olahraga bersama melibatkan mahasiswa Papua, Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo," lanjutnya.

BACA: Sekolah di Yogya, Palajar Asal Papua Ini Ceritakan Pengalamannya

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa mengatakan sangat mengapresiasi acara yang digagas Polres Sukoharjo dalam rangka merajut kebersamaan dalam kebhinekaan. Menurutnya, kegiatan itu merupakan kegiatan yang positif dalam rangka menjalin komunikasi dengan warga Papua yang ada di Sukoharjo. Dandim berharap, kegiatan tersebut disambung terus dan tidak hanya dalam event-event tertentu saja.

"Dalam acara kami mengobrol bersama kelima mahasiswa Papua yang sekolah di APN Surakarta, Kartasura bahwa mereka fokus belajar dan tidak memikirkan permasalahan yang dibuat orang tidak bertanggungjawab," ujarnya. (Mam)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT