Kemarau Panjang, Gerombolan Kera Liar Serbu Perkebunan Warga
KRJOGJA.COM | 10/09/2019 15:07
Kemarau Panjang, Gerombolan Kera Liar Serbu Perkebunan Warga

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Serangan gerombolan kera liar semakin menjadi di wilayah Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu. Kejadian tersebut disebabkan karena kemarau panjang ditambah terjadinya kebakaran hutan. Akibatnya membuat stok pangan kawanan kera liar di hutan menjadi hilang. Kawanan kera liar itupun sekarang menyerang perkebunan warga.

Kepala Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sunardi, Selasa (10/09/2019) mengatakan, dalam beberapa hari terakhir serangan kawanan kera liar semakin menjadi. Kera turun gunung dan terlihat di jalan raya dan perkampungan penduduk.

BACA: Pelaku Arisan Fiktif Ditangkap

Serangan kawanan kera liar di Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu sudah menyebar di sejumlah pedukuhan. Apabila sebelumnya hanya terjadi di Dukuh Pelemputih, Kerten dan Gununglor maka sekarang tambah hingga ke Dukuh Majan, Jatirejot, Tiyaran, Tambakrejo. Kawanan kera liar sudah terlihat sejak beberapa hari lalu.

“Serangan kawanan kera liar semakin ganas sekarang karena memang di atas bukit atau gunung kondisinya kering akibat kemarau panjang sehingga bahan pangan habis. Selain itu juga ditambah kondisi banyak kasus kebakaran hutan atau pembakaran sampah,” ujarnya.

Faktor kebakaran menjadi catatan serius pihak Pemerintah Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu. Sebab kondisi bukit menjadi rusak dan semakin gersang. Pada saat kemarau panjang seperti sekarang banyak tanaman mati. “Memang belum ada laporan serangan kawanan kera liar terhadap warga. Namun tetap saja warga resah karena sekarang banyak kera liar berkeliaran di jalan raya dan jalan kampung,” lanjutnya.

Warga semakin resah karena kawanan kera liar merusak hasil bumi berupa perkebunan. Berbagai tanaman palawija rusak dan warga gagal panen. “Tidak ada warga yang berhasil menanam palawija karena semua habis diserbu kawanan kera liar,” katanya.  Hasil perkebunan sebelumnya sangat diandalkan warga sebagai sumber bahan pangan dan pendapatan. Namun karena sekarang diserang kawanan kera liar maka warga memilih untuk tidak memaksakan diri menanam.

Pemerintah Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu sudah berkoordinasi dengan pihak kehutanan untuk segera melakukan penanganan. Bentuk penanganan pertama berkaitan dengan masalah serangan gerombolan kera liar. Sedangkan kedua mengenai pemulihan kondisi bukit dengan melakukan penanaman pohon atau penghijauan. Keberadaan pohon tersebut kedepan diharapkan bisa dijadikan sumber bahan pangan bagi kawanan kera liar. “Sudah sering juga sebenarnya di bukit ditanami pohon buah tapi tetap saja gagal karena banyak yang mati saat kemarau. Jadi harus ditanam ulang,” katanya. (Mam)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT