Bawaslu Sleman Berikan Santunan Kecelakaan Kerja Pengawas Pemilu 2019
KRJOGJA.COM | 10/09/2019 13:21
Bawaslu Sleman Berikan Santunan Kecelakaan Kerja Pengawas Pemilu 2019

SLEMAN, KRJOGJA.com -  Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu RI melalui Bawaslu Sleman memberikan santunan kecelakaan kerja kepada empat pengawas pemilu 'adhoc' yang mengalami luka ringan dan luka berat selama mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu 2019. Pemberian santunan secara simbolis diserahkan oleh Ketua Bawaslu Sleman, Muhammad Abdul Karim Mustofa di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Sleman, Senin (9/9).

“Pemberian santunan ini merupakan wujud perhatian dan empati Bawaslu kepada para jajaran pengawas pemilu yang mengalami kecelakaan kerja selama mengawasi penyelenggaraan pemilu," kata Karim.

BACA: Tertibkan Alat Peraga Kampanye Tunggu Perbup

Di Sleman ada empat pengawas yang mendapatkan santunan. Terdiri dari anggota Panwascam, Panwaslu Desa, Pengawas TPS dan personel Sekretariat Panwascam. Besaran santunan yang diterima sebesar Rp16,5 juta bagi yang mengalami luka berat dan Rp 8,250 juta untuk yang mengalami luka sedang.

Sebelumnya ada satu anggota Panwascam yang meninggal dunia, yakni Almarhum Hasto Budiman dan telah diberikan santunan kepada keluarga dan ahli warisnya. “Pemberian santunan kali ini merupakan lanjutan bagi jajaran pengawas yang sebelumnya belum sempat menerima santunan. Terutama bagi mereka yang mengalami luka berat dan ringan. Kalau yang meninggal dunia sudah didahulukan pemberian santunannya beberapa waktu lalu,” jelas Karim.

Para penerima santunan ini, sambungnya, juga telah dilakukan verifikasi sebelumnya oleh tim Bawaslu. Upaya ini dimaksudkan agar santunan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. "Semoga pemberian santunan ini dapat membantu dan bermanfaat bagi para penerima dan keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono mengatakan, sebagai sebuah sistem dan mekanisme yang baru, pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2019 telah memberikan pengalaman tersendiri bagi seluruh pihak, termasuk bagi para penyelenggara pemilu. Tak terkecuali, banyaknya penyelenggara pemilu yang sakit, bahkan ada yang meninggal dunia. 

“Pemberian santunan ini tentu tak dapat menggantikan rasa sakit dan duka yang dialami para penyelenggara pemilu dan keluarga, tapi pemberian santunan ini setidaknya dapat dipandang sebagai wujud perhatian dan perlindungan yang diberikan negara kepada para penyelenggara pemilu yang telah memberikan kontribusi bagi kelancaran pelaksanaan Pemilu 2019 lalu,” kata Bagus. (Awh)


BERITA TERKAIT