Polemik KPAI dan PB Djarum, Susy Susanti: Ditiadakan Audisi Umum PB Djarum 2020, Kita Rugi Besar
KRJOGJA.COM | 09/09/2019 20:07
Polemik KPAI dan PB Djarum, Susy Susanti: Ditiadakan Audisi Umum PB Djarum 2020, Kita Rugi Besar

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kabid Binpres PP PBSI, Susy Susanti, turut mengomentari polemik yang terjadi antara PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI yang berujung ditiadakannya Audisi Umum PB Djarum 2020. Susy menilai ditiadakannya Audisi Umum PB Djarum pada 2020 sebagai kerugian besar untuk bulu tangkis Indonesia.

Susy melihat PB Djarum adalah salah satu pemasok bibit-bibit pebulu tangkis berbakat untuk Tanah Air dengan Audisi Umum yang biasa mereka lakukan setiap tahun. Hadirnya Audisi Umum itu juga membantu tugas PBSI untuk meregenerasi atlet dan memajukan olahraga bulu tangkis di Indonesia.

BACA: PB Djarum Cairkan Bonus Atlet Berprestasi

Peraih medali emas tunggal putri Olimpiade 1992 itu pun menceritakan pengalamannya dulu yang pernah ikut Audisi Umum PB Djarum. Meski akhirnya memilih gabung dengan salah satu klub di Jakarta tetapi Susy yang merupakan legenda bulu tangkis Indonesia adalah bukti dari betapa pentingnya audisi yang dilakukan klub untuk mencari bibit-bibit pebulu tangkis unggul. Selain itu, Susy lebih lanjut memaparkan bahwa Audisi Umum PB Djarum sejatinya juga membantu para orang tua yang secara ekonomi kurang mampu untuk menyalurkan bakat bulu tangkis anaknya. Lewat Audisi Umum PB Djarum kemungkinan para anak-anak itu bisa mengubah kondisi ekonomi keluarga dan lebih jauh lagi tentu saja mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

“Saya sendiri dulu pernah ikut audisi untuk bisa masuk PB Djarum di Semarang, walaupun akhirnya orang tua saya memutuskan untuk saya berlatih di Jakarta saja. Tetapi saya tahu betul jika ajang pencarian bakat bulu tangkis ini sangat berarti sekali,” ujar Susy, seperti yang dikutip dari laman resmi PB Djarum, Senin (9/9/2019).

“Mungkin banyak orang tua dari kalangan kurang mampu, dan dengan audisi umum disetiap daerah Indonesia ini sangat membuka harapan mereka, agar bisa menyalurkan potensi anak-anaknya menjadi atlet tanpa harus ke Pulau Jawa yang memang pusatnya klub-klub besar. Dan yang pasti tanpa adanya pembinaan seperti ini saya rasa mungkin PBSI kehilangan satu cara mendapatkan bibit unggul, yang nantinya bisa mengharumkan nama Indonesia,” tukasnya. (*)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT