Anti Mainstream Acara Wisuda ISI Yogyakarta, Kirab Nyeleneh dengan Teriakan Yel-Yel
KRJOGJA.COM | 09/09/2019 15:21
Anti Mainstream Acara Wisuda ISI Yogyakarta, Kirab Nyeleneh dengan Teriakan Yel-Yel

BANTUL, KRJOGJA.com - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar wisuda semester genap program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana Sabtu (7/9/2019). Menariknya, wisuda yang dilaksanakan di Kampus Terpadu ISI Yogyakarta Sewon Bantul tersebut berlangsung jauh lebih cair daripada wisuda biasanya.

564 wisudawan-wisudawati terdiri dari 79 dari program D1, 21 dari D3, 6 dari program D4, 398 dari program sarjana S1, 55 dari sarjana S2 dan 5 program S3 punya cara sendiri merayakan momen kelulusan sekali dalam seumur hidup tersebut. Betapa tidak, setelah mendapat ijazah dari ketua jurusan, mereka mengekspresikan kegembiraan dengan berteriak bahkan bergoyang di atas mimbar.

BACA: 1500 Maba ISI Yogyakarta Ucap Janji Setia Pancasila

Sontak saja ribuan hadirin dan wisudawan-wisudawati lainnya menimpali dengan teriakan yang membuat suasana menjadi gembira. Benar-benar bukan seperti wisuda biasanya yang terkesan kaku dan khidmat.

Tak hanya itu, di luar auditorium, mahasiswa-mahasiswi berbagai jurusan juga sangat antusias ikut merayakan keberhasilan senior-seniornya menempuh pendidikan di ISI Yogyakarta. Mereka menggelar kirab, mengenakan pakaian yang nyeleneh dan bernyanyi seakan menyambut hari wisuda tersebut sebagai hari paling menggembirakan.

Ada yang berdandan layaknya badut dengan riasan wajah dan pakaian warna-warni, ada yang mengenakan topeng, ada yang menari di sepanjang jalan menuju Auditorium ISI Yogyakarta sembari berteriak yel-yel. Suasana pun begitu meriah.

Rektor ISI Yogyakarta Prof M Agus Burhan mengatakan kali ini kampus mewisuda 564 mahasiswa dari jenjang diploma hingga pascasarjana. Menurut dia, para lulusan diharapkan punya kreativitas sekaligus mampu menangkap peluang di era industri 4.0 yang juga menyentuh dunia seni.

“Kini muncul profesi dan bidang kerja baru dengan ciri kreativitas, inovasi sistem digitalisasi, jiwa enterpreneur dan penguasaan softskill sebagai konsekuensi industri 4.0. Para lulusan kami harapkan bisa menjadi seniman yang mandiri atau profesional dan kompetitif di pasar kerja. Kami yakin bahwa saudara sekalian akan mengembangkan profesi dengan sikap tangguh, mempunyai logika dan etika yang dapat dipertanggungjawabkan dan bersikap secara profesional,” tandas Agus. (Fxh)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT