Paman Bejat Perkosa Keponakan, Merekam dan Mengunggah di Sosmed
KRJOGJA.COM | 05/09/2019 12:57
Paman Bejat Perkosa Keponakan, Merekam dan Mengunggah di Sosmed

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Paman bejat perkosa keponakan. IS (33) pria pengangguran warga Kecamatan Grogol memperkosa seorang pelajar SMP berinisial ST (14) yang tak lain merupakan keponakannya sendiri di pinggir sungai sekitar Dam Lawu Desa Telukan Kecamatan Grogol. Pelaku sempat merekam dan menyebar aksi bejatnya itu ke media sosial hingga diketahui orang tua korban.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya mengatakan, kronologis kejadian berawal pada Mei lalu sekitar pukul 12.30 WIB saat korban pulang sekolah dan dijemput pelaku menggunakan sepeda motor. Saat menjemput tersebut tersangka dibawah pengaruh minuman keras dan saat perjalanan pulang ia mengajak sang keponakan ke pinggir sungai sekitar Dam Lawu.

Baca juga :

Di Purworejo, Seorang Pemuda Nekat Perkosa Nenek
Polisi Sebut Fakta Baru TKP Dugaan Perkosaan Mahasiswi UGM

Pelaku kemudian memaksa korban untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri dan bahkan ia merekam menggunakan ponsel miliknya. Setelah kejadian korban diantar pulang dan tersangka mengancam agar tak melaporkan perbuatan yang dilakukannya itu kepada orang tua.

Usai kejadian hingga awal Agustus korban masih terus dijemput pelaku usai pulang sekolah. Perbuatan tersangka  baru diketahui orang tua korban pada 13 Agustus lalu setelah melihat rekaman video perkosaan tersangka terhadap anaknya tersebar di media sosial.

Keluarga korban kemudian melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Sukoharjo. Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap paman bejat ini pada 29 Agustus dan langsung diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam kejadian tersebut, diantaranya satu potong baju seragam SMP milik korban, satu potong rok panjang seragam sekolah milik korban. Disita pula satu buah sabuk warna hitam milik korban serta satu buah handphone milik pelaku.

"Hubungan pelaku dengan korban ini merupakan paman dan keponakan. Orang tua korban sering meminta pada pelaku untuk menjemput korban pulang sekolah setiap hari," ujar Gede Yoga Sanjaya di Mapolres Sukoharjo.

Atas perbuatanya pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan atau Pasal 82 ayat 1 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang dan atau Pasal 29 UURI nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar. "Pelaku dijerat pasal berlapis UU Perlindungan Anak dan UU Pornografi," lanjutnya. (Mam)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT