Di Salatiga Dominasi Perceraian Usia 30 - 40 Tahun dan Gugatan Cerai dari Istri
KRJOGJA.COM | 02/09/2019 20:21
Di Salatiga Dominasi Perceraian Usia 30 - 40 Tahun dan Gugatan Cerai dari Istri

SALATIGA, KRJOGJA.com - Perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Kota Salatiga didominasi usia 30-40 tahun dan sebagian besar merupakan gugatan cerai dari istri karena faktor ekonomi. 

Staf Pelayanan Informasi Terpadu, Pengadilan Agama Salatiga,  Millatus Zahro kepada KRJOGJA.com, Senin (02/09/2019) mengatakan, jumlah perceraian yang masuk rata-rata 125 perkara tiap bulan. “Kasus perceraian didominasi gugatan cerai dari pihak istri kepada suami karena faktor ekonomi. Usia yang pengajuan perceraian rata-rata usia 30-40 tahun,” ujar Millatus Zahro. 

Baca Juga: Payudara Besar Produksi ASI Banyak, Kok Bisa?

Ia juga menambahkan perbandingan perceraian antara yang diajukan suami dan istri lebih banya istri kurang lebih 65 persen : 35 persen. Dalam pemeriksaan perkara kasus perceraian diawali dengan perniakah dini. Bahkan menurut Zahro ada yang hanya sekadar formalitas karena hamil terlebih dahulu. Kemudian mereka menikah, lalu setelah anak lahir beberapa bulan kemudian cerai.

“Ada juga kasus perceraian yang diawali nikah dini karena hamil dulu, setelah menikah beberapa bulan setelah anaknya lahir malah cerai. Usia tua juga ada tetapi tidak banyak,” tambahnya.

Baca Juga: Wajah Cantik Bercahaya, Coba Deh Lima Masker Ini..

Dari data di PA Salatiga, jumlah perkara perceraian sampat pertengahan tahun 2019, sebanyak 871 kasus. Angka ini naik 33 kasus dibandingkan tahun 2018 lalu. (Sus)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT