Kontes Biji Kopi Meriahkan Kenduri Kopi di Donorejo Purworejo
KRJOGJA.COM | 02/09/2019 13:47
Kontes Biji Kopi Meriahkan Kenduri Kopi di Donorejo Purworejo

PURWOREJO, KRJOGJA,com - Petani kopi di Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing menyelenggarakan upacara Kenduri Kopi # 2 sebagai wujud syukur atas hasil panen yang melimpah setahun terakhir. Mereka melestarikan tradisi itu dan mengemasnya dengan kontes biji kopi, diskusi dan pentas musik.

Kenduri Kopi # 2 diselenggarakan di Rumah Kopi Seplawan Donorejo milik petani juga pemroses kopi Sugiharto. Ratusan pecinta kopi dari Purworejo dan Yogyakarta ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

BACA: Kecamatan Purworejo Juara Umum Porkab 2019

Sugiharto mengatakan, Kenduri Kopi merupakan tradisi yang sudah mengakar pada masyarakat petani di Donorejo. "Dulu hanya syukuran, memanjatkan doa dan potong tumpeng. Tapi selalu ada setiap menjelang panen kopi," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, usai kegiatan, Senin (2/9).

Menurutnya, tradisi tersebut unik dan dapat dikemas untuk mendatangkan orang ke Donorejo. Sugiharto mencoba mengemas tradisi itu menjadi lebih menarik sejak tahun 2015. Ketika itu, ia menyelenggarakan upacara Wiwitan Kopi dan tahun berikutnya Sesaji Kopi, tahun 2017 Syukuran Wiji Kopi. "Tahun 2018, mulai dinamai Kenduri Kopi," ucapnya.

Kenduri Kopi # 2 diselenggarakan memasuki pertengahan panen musim 2019. Sugiharto menyebut sepanjang 2019, petani Donorejo menghasilkan delapan ton kopi organik. Adapun potensi di seluruh Kaligesing diperkirakan mencapai 30 ton 'green bean'.

Melalui momentum itu, Sugiharto juga mengajak petani untuk menerapkan pola budidaya dan pemrosesan biji yang benar. Naiknya kualitas akan sebanding dengan semakin mahalnya harga. "Tentu dengan catatan tidak dijual kepada tengkulak," katanya.

Pemerhati kopi Yogyakarta Arizal Adi Pratama menambahkan, tradisi terkait kopi jarang ada di Indonesia. Selain di Purworejo, lanjutnya, tradisi antara lain dilakukan petani di Gayo Aceh ketika tanaman memasuki masa pengawinan bunga. "Jadi apa yang dilaksanakan di Donorejo sangat menarik, tentu tidak hanya tradisinya. Kegiatan itu bisa menarik para pengusaha kopi untuk datang dan berbisnis dengan petani setempat," tuturnya.

Dikatakan, peluang kerjasama petani kopi Purworejo dengan pengusaha di Yogyakarta atau kota lain, masih terbuka lebar. Apalagi, katanya, ada survey yang menyebut konsumsi kopi di Yogyakarta mencapai 12 ton biji sangrai sebulan.

Namun masih jarang pebisnis kopi Yogyakarta yang menjalin kerjasama dengan petani Purworejo. "Coba petani lebih aktif menjajaki kerjasama dengan pebisnis di Yogyakarta, atau diawali dengan sering ikut event kopi. Pasti kami bantu, sebab dari rasanya, kopi Purworejo sangat layak dan tidak kalah dengan jenis lain yang sudah lebih dulu punya nama," tegasnya.

Peserta kontes kopi Imam Wahyu mengemukakan, sebagian besar petani mulai menyadari bahwa kopi memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan. Selama ini, lanjutnya, sebagian petani tidak membudidayakan tanaman dan memproses biji secara baik. "Pola budidaya kopi Sugiharto membuka mata kami. Ternyata untuk hasil maksimal, tergantung bagaimana petani mengelolanya," tandasnya. (Jas)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT