Buku Terpanjang 11,73 Meter Dipamerkan di Rumah Budaya Kratonan Solo
KRJOGJA.COM | 27/08/2019 20:07
Buku Terpanjang 11,73 Meter Dipamerkan di Rumah Budaya Kratonan Solo

SOLO, KRJOGJA.com - Dipamerkan Rumah Budaya Kratonan Solo, buku terpanjang dengan ukuran bentang 11,73 meter menyita perhatian khalayak. Tak saja ukuran fisik yang berbeda dengan format buku pada umumnya, literasi bertajuk 'Jejak Sejarah Indonesia' besutan Tim Forum Silaturahmi Alumni Tujuh Tiga (Fortuga) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini gampang disimak sebab lebih menekankan pada grafis, foto dan data angka-angka.

Pemrakarsa pameran sekaligus pemilik Rumah Budaya Kratonan, Nina Akbar Tanjung mengungkapkan, buku 'Jejak Sejarah Indonesia' serasa berbeda dengan buku sejarah pada umumnya. “Dengan sajian cerdas tanpa menyimpang dari akurasi informasi dan data menjadikan belajar sejarah sangat mengasyikkan,” katanya disela pameran, Selasa (27/08/2019).

BACA: Renovasi Stadion Manahan Solo Tuntas Oktober

Paling tidak sejarah memberikan pemahaman masa lalu sekaligus menjadi pijakan mengelola masa depan, sebab acapkali sejarah itu berulang. Konflik di tubuh Keraton Kasunanan Solo misalnya, tak saja terjadi pada saat ini tetapi dahulu juga pernah terjadi hingga pada akhirnyan nanti akan ditemukan solusi terbaik dengan bertumpu pada sejarah masa lalu.

“Rumah Budaya Kratonan yang sejak awal memang mewadahi aktivitas budaya di Solo merasa berkepentingan menyebarluaskan buku 'Jejak Sejarah Indonesia' terutama di kalangan anak-anak dan pelajar,” tambahnya.

Di sisi lain Ketua Tim Penyusun Jejak Sejarah Indonesia, Sapta Putra Yadi mengungkapkan pola saji buku yang dijual dengan harga Rp 750 ribu per eksemplar ini memang tidak banyak menampilkan kata-kata. Semua materi disusun secara runut dan singkat dalam bentuk grafis, foto dan data angka terkait dengan sejarah berdirinya negara Indonesia.

Latar belakang keahlian tim penyusun memang orang-orang teknik bidang tata ruang dan grafis, sehingga cara penuangan menyesuaikan keahlian masing-masing. "Biasanya, buku sejarah sangat tebal dan sarat dengan uraian tulisan, tapi buku karya Fortuga ini serasa khas, tetapi tanpa mengurangi keakuratan informasi sejarahnya,” katanya.

Secara garis besar, isi buku 'Jejak Sejarah Indonesia' diawali dari terbentuknya alam semesta yang sering diistilahkan big bang, berlanjut kemudian dengan kondisi alam zaman purbakala, peradaban awal 4.000 sebelum Masehi, kemunculan agrikultur pada abad pertengahan (400-1500 Masehi), era kolonial dan industri (1500-1900), hingga penetrasi teknologi pada era globalisasi (1900-2017). (Hut)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT