Viral Briptu Irma, Polisi Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
KRJOGJA.COM | 13/08/2019 19:05
Viral Briptu Irma, Polisi Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah

KRJOGJA.COM - Beberapa hari terakhir jagat media sosial dihebohkan dengan munculnya kabar seorang polisi cantik asal Indonesia yang kini tengah bertugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Bangui Afrika Tengah. Betapa tidak, Polwan bernama Briptu Hikma Nur Syafa yang ternyata berasal dari Bantul tersebut menyita perhatian netizen karena paras rupawan dan kemampuan luar biasa menggunakan senjata taktis. 

Raut wajah bangga tampak di wajah orangtua Briptu Ima yakni Nurhyang Sukmono Wahyudi dan Dwi Sulastri saat dijumpai wartawan di kediamannya Tarudan Wetan Bangunharjo Sewon Bantul Selasa (13/8/2019). Bersama sang kakak yang juga anggota kepolisian Briptu Rengganis, keduanya mengaku tak bisa banyak berkata menunjukkan kegembiraannya lantaran sang putri bungsu berhasil mewakili Indonesia mengemban misi perdamaian di Afrika. 

 Baca Juga: Kompol Etty Haryanti Ternyata Dulu Ingin Jadi Dokter

Dwi Sulastri lantas menceritakan bahwa Ima mengikuti seleksi beberapa waktu lalu selama 1,5 tahun di Cikeas Bogor. Ia bahkan mengaku tak tahu kapan sang putri mendaftar untuk terbang ke Afrika dan tiba-tiba dipamiti saat hendak menjalani pendidikan. 

“Kami (dengan suami) tidak tahu kapan dia daftar, tahu-tahu pamit mau seleksi ke Jakarta itu. Ternyata dia hanya cerita sama kakaknya kalau mendaftar ikut pasukan perdamaian itu. Kami mendoakan saja, ternyata lolos dan 27 Juni 2019 lalu berangkat,” ungkap Sulastri. 

Meski bertugas sangat jauh dari Indonesia dan di daerah yang masih berpotensi konflik, namun Sulastri dan suami tak pernah merasa khawatir. Keduanya percaya Ima memiliki skill tersendiri meski ia tengah menjalankan panggilan tugas dari negara yang memiliki resiko. 

“Tidak khawatir, tenang saja, sudah tak percayakan karena mengemban tugas negara. Dia bisa jaga dirikan dan tidak sendiri juga. Kami sudah sangat percaya dengan dia, selama ini juga dia selalu bertugas jarang sekali pulang, sudah biasa bagi kami,” imbuh ibu yang berprofesi sebagai guru SD tersebut. 

Baca Juga: Kombes Pol Yuliyanto Inginkan Polisi Selalu Ada di Hati Masyarakat

Satu bulan lebih menjalani tugas di Bangui, Ima menurut Sulastri dan Rengganis sering berkomunikasi baik melalui telpon ataupun pesan aplikasi pada keluarga. Berbagai cerita pun disampaikan diantaranya tentang kondisi di tempat bertugas hingga kendala yang dialami. 

“Ya dia sempat cerita di sana kondisinya hampir sama seperti di sini tapi penduduknya masih sedikit terbelakang. Kalau kendala dia juga sempat bilang di bahasa karena meskipun bahasa resminya Prancis, Inggris tapi banyak masyarakat yang pakai bahasa daerah jadi kurang nyambung. Sekarang juga masih tinggal di tenda karena kontainer yang jadi kamar masih di renovasi,” ungkap Rengganis menambahkan sang ibu. 

Briptu Ima bersama satuan tugasnya ditargetkan berada di Bangui selama satu tahun. Polwan kelahiran 1 Agustus 1994 itupun mengaku akan berusaha maksimal menyelesaikan tugas negara sebaik mungkin untuk tetap menjaga nama baik Indonesia. (Fxh)


BERITA TERKAIT