Briptu Ima, Putri Bantul Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah
KRJOGJA.COM | 13/08/2019 17:42
Briptu Ima, Putri Bantul Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah

KRJOGJA.COM - Briptu Rengganis kakak kandung Briptu Ima menceritakan sang adik sebenarnya tak pernah berpikir menjadi Polwan sejak dulu. Briptu Ima menurut dia tidak pernah berlaku tomboy bahkan ia tercatat sempat menjadi Juara III Putri Bantul pada 2011 lalu. Dan kemudian menjadi salah seorang pasukan perdamaian PBB di Afrika Tengah.

Baca Juga: Hikma Nur Syafa, Polisi Cantik Asal Bantul Jadi Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah

“Dulu dia tidak mau, malah ya terkesan terpaksa juga karena saya dorong untuk ikut seleksi. Eh ternyata dia begitu menjiwai profesinya sebagai abdi negara. Saya ikut bangga dengan apa yang dilakukan adik saya,” ungkap Rengganis. 

Briptu Ima sendiri sempat berkuliah di Jurusan Pariwisata UGM setelah lulus dari SMA N 1 Sewon. Namun ia terpaksa menyudahi masa belajarnya di UGM lantaran akhirnya dinyatakan diterima menjadi anggota Polri pada 2013 lalu. 

“Saat itu dia melepas kuliahnya dan ikut pendidikan di Satpolwan Jakarta. Tapi cita-cita dia dari dulu memang ingin pergi keluar negeri, nah sekarang mungkin cara tercapainya luar biasa, langsung ditugaskan sebagai pasukan perdamaian keluar negeri,” imbuhnya tersenyum. 

Rengganis menyebut, sang adik sebelumnya menjalani seleksi ketat selama tiga bulan mulai administrasi, kesehatan hingga menembak. “Seleksinya panjang, pertama ada pemberitahuan dari Polda ke Polres, dia tahu lalu mendaftar ke Biro SDM Polda DIY. Lalu syaratnya dipenuhi langsung ke Mabes Polri, diseleksi dan ada panggilan. Lalu diseleksi banyak, ada kesehatan, menembak, mengendarai mobil, administrasi, bahasa dan baru kemudian pengumuman,” ungkapnya lagi. 

Sementara ketika dihubungi keluarga melakui video call, Briptu Ima sendiri mengaku dalam kondisi baik setelah sebulan bertugas di Bangui. Hanya saja, kondisi negara yang belum stabil membuat situasi tak bisa ditebak sebelumnya. 

“Di sini untuk iklimnya sama seperti Indonesia karena tropis juga, tapi memang situasinya unpredictable kadang bisa aman sekali kadang tidak. Orang-orangnya di sini masih suka bawa senjata, masih belum stabil. Jaringan komunikasi dan akses di sini yang memang masih terbatas juga,” ungkap Ima. 

Baca Juga: Anggota Polisi yang Disandera di Puncak Papua Ditemukan Tewas

Selain bertugas menjaga dan berpatroli, Briptu Ima mengaku memiliki misi khusus untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat di Bangui. “Kita kenalkan kebudayaan, bahasa juga ke dunia internasional. Mudah-mudahan semua berjalan lancar, kita bisa jalankan tugas dengan sebaik mungkin di sini,” tandas Ima.

Briptu Ima sendiri mengaku cukup kangen dengan keluarga terutama masakan sang ibu. “Alhamdulillah komunikasinya masih sangat baik sekarang, tapi paling kangen masalan mama, tempe gorengnya terutama,” pungkas dia. (Fxh)


BERITA TERKAIT